Aktivitas Merapi

Ini Dia Penampakan Kubah Lava Baru di Kawah Gunung Merapi

Kubah lava baru yang muncul ke permukaan tersebut adalah material padat seperti batu.

Ini Dia Penampakan Kubah Lava Baru di Kawah Gunung Merapi
TRIBUNJOGJA.COM / Yudha Kristiawan
Foto penampakan kubah lava baru Gunung Merapi terkini dari CCTV BPPTKG DIY, Senin (20/18/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Penampakan kubah lava baru di kawah Gunung Merapi pagi ini relatif sama dengan kemarin.

Melalui pemantauan CCTV Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY Senin pagi ini (20/8/2018), nampak kubah lava tersebut seperti tumpukan pasir berwarna hitam.

Baca: Ini Dia Penampakan Kubah Lava Baru di Kawah Merapi Pagi Ini

Menurut informasi seorang staf BPPTKG, Noer Cholid, kubah lava baru yang muncul ke permukaan tersebut adalah material padat seperti batu.

Munculnya kubah lava baru ini menandakan fase erupsi efusif tinggal menghitung waktu.

"Materinya padat, tapi kalau dipukul langsung hancur. Suhunya juga panas," ujar Noer Cholid ditemui Tribunjogja.com di kantor BPPTKG DIY pagi ini.

Dikatakan Noer, ketika muncul kubah lava baru, perjalanan magma dari dalam dapur magma Gunung Merapi sudah hampir di atas permukaan.

Artinya, fase erupsi efusif Merapi tinggal menunggu waktu.

Sebagaimana Tribunjogja.com mengamati dari CCTV puncak kawah Gunung Merapi pada Senin (20/8/2018) pukul 10.00 WIB, suhu di area dua dan tiga kawah masing masing mencapai 205 celcius dan 232 celcius. 

Diberitakan sebelumnya, BPPTKG DIY merilis data yang menyebutkan bahwa telah muncul kubah lava baru.

Baca: Visual Gunung Merapi Pagi Ini Setelah Munculnya Kubah Lava Baru

Munculnya kubah lava ini menandai fase erupsi magmatik Gunung Merapi dimulai dengan erupsi cenderung bersifat efusif.

Hal ini disampaikan Kepala BPPTKG DIY, Hanik Humaida melalui keterangan rilisnya kepada awak media, Sabtu (18/8/2018) lalu.

Hanik menuturkan, kubah lava diperkirakan muncul sekitar tanggal 11 Agustus 2018 diawali dengan kejadian gempa hembusan besar. (*)

Penulis: yud
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved