Asian Games 2018
FPTI Bidik Nomor Combined Tembus Semifinal
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menargetkan timnas Indonesia bisa menembus hingga babak semi final.
Penulis: ang | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM – Meski merupakan nomor baru yang dipertandingkan di cabang olahraga panjat tebing, persaingan di nomor combined diperkirakan akan berlangsung ketat di Asian Games ini.
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menargetkan timnas Indonesia bisa menembus hingga babak semi final.
Target tersebut dinilai paling realistis saat ini untuk dicapai atlet yang bertanding di nomor combined, mengingat nomor ini baru digarap serius untuk mempersiapkan Asian Games tahun ini.
Baca: Panjat Tebing Bidik Dua Emas di Asian Games 2018
Meski timpang dengan nomor speed yang ditargetkan mendulang medali emas, hal ini tidak menjadi masalah bila menilik pembibitan atlet nomor combined climbing.
“Latihan combined baru dilakukan sekitar delapan bulan ini dan merupakan nomor baru yang dipertandingkan untuk level Asian Games. Meskipun nomor baru, kami melihat ada peluang untuk atlet Indonesia bisa menembus babak semi final nomor combined,” ungkap Caly Setiawan, kepala pelatih timnas panjat tebing Indonesia pada Tribunjogja.com, Senin (20/8/2018).
Nomor combined merupakan kombinasi tiga nomor panjat, yaitu speed, lead, dan boulder.
Nomor ini merupakan standar yang diterapkan untuk Olimpiade.
Saat ini FPTI telah menyiapkan empat atlet yang akan turun di nomor ini, Seto (DIY), Kiromal Katibin (Jawa Tengah), Ndona Nasugian (Jawa Tengah), dan Widia Fujiyanti (Jawa Barat).
Menurut Caly, empat atlet yang dibina merupakan atlet U-20. Kendati masih muda, namun progres yang ditunjukkan selama pelatnas di Yogyakarta sangat cepat.
Dari kapasitas atletnya, ia melihat ada peluang bisa menembus semi final.
“Yang kami lihat bukan hasil saat ini (Asian Games) tapi jangka panjang. Jika dengan durasi latihan sekitar delapan bulan laju mereka bisa menusuk hingga semi final, tentu sangat luar biasa mengingat usia atlet yang masih muda dan lawan-lawan mereka lebih berpengalaman,” ujarnya.
Terkait kompetitor, nomor combined tidak bisa dianggap remeh.
Jepang menjadi negara yang diunggulkan di nomor ini dengan pemanjat-pemanjat yang memiliki level dunia terutama di nomor lead dan boulder.
Baca: Atlet Panjat Tebing Ini Lebih Mantap Hadapi Asian Games 2018
“Melihat peta persaingan ini, tentu akan memberikan dampak positif bagi pembinaan atlet di nomor ini ke depannya bila bisa menembus target,” katanya.
Timnas panjat tebing mengakhiri pelatnas di Yogyakarta dengan latihan terakhir di vanue sport climbing Mandala Krida, Senin (20/8/2018) pagi.
Selanjutnya pada Selasa (21/8/2018) timnas berangkat ke Palembang untuk mengikuti perhelatan Asian Games 2018. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/timnas-panjat-tebing-indonesia-akan-menjalani-simulasi-bertanding-melawan-tim-tiongkok_20180222_112107.jpg)