Soccer Style
PSS Sleman Poles 'Chemistry' Pemain Anyar
Selain komposisi tim inti, 'chemistry' antar pemain perlu kembali poles agar permainan Laskar Sembada lebih optimal di lapangan.
Penulis: ang | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Hadirnya pemain baru berdampak pada perubahan di internal skuat PSS Sleman.
Selain komposisi tim inti, chemistry antar pemain perlu kembali poles agar permainan Laskar Sembada lebih optimal di lapangan.
Baca: PSS Sleman Fokus Asah Taktik Selama Jeda Kompetisi
Jeda kompetisi Liga 2 musim ini seiring digelarnya Asian Games menjadi kesempatan Seto Nurdiantoro sebagai kepala pelatih untuk memoles chemistry anak asuhnya agar lebih solid di putaran kedua nanti.
Apalagi dari enam penggawa baru yang mengisi slot PSS di putaran kedua ini, hanya Cristian Gonzales yang sudah terbiasa dengan suasana di dalam Super Elang Jawa saat ini, mengingat pemain naturalisasi ini sudah lebih dulu merapat ke Sleman sejak putaran pertama meski kemudian harus vakum lantaran munculnya masalah dengan klub lamanya.
Sedangkan Jodi Kustiawan, walaupun karirnya cukup lama dengan lambang candi di dada, namun sebagian besar skuat PSS sudah berubah saat ia mencoba berkarir di Persela Lamongan awal musim ini.
Selain keduanya, empat pemain baru lainnya; Try Hamdani, Amarzukuih, Rian Maizar dan Taufiq Febrianto, masih sangat awam dengan Bumi Sembada.
Baca: Pelatih PSS Sleman Tunggu Permainan Penggawa Teranyar
“Kami banyak kedatangan pemain baru, dimana beberapa langsung jadi starter. Sedangkan waktu untuk menyatukan (chemistry) mereka sangat minim,” paparnya, Jumat (17/8/2018).
Bukan hanya itu, pada putaran kedua ini pun Seto banyak mengubah komposisi untuk menunjang skema yang diterapkan di lapangan.
Seperti Rangga Muslim, yang sebelumnya kerap berada di bench, dalam dua pertandingan terakhir pun selalu masuk dalam starting eleven.
Sedangkan di lini bekalang, Seto pun masih mencari komposisi yang pas untuk menjadi tandem dari Jodi Kustiawan.
Terlebih, pelatih yang sedang menimba kepelatihan AFC Pro ini memasang Jodi sebagai jenderal lapangan, sehingga praktis dibutuhkan komunikasi yang intensif di internal tim.
Baca: El Loco Belum Masuk Slot PSS Sleman Lawan Madura FC
“Chemistry pemain memang menjadi sorotan kami selain fisik. Skema yang diterapkan di dua pertandingan terakhir masih fluktuatif. Permainan anak-anak sudah bagus, tapi perlu dikembangkan lagi,” ungkapnya.
Terkait dengan skema anyar yang akan diutak-atik, pelatih asal Kalasan ini mengatakan masih akan melihat perkembangan pemainnya selama jeda kompetisi ini.
Pihaknya juga masih memantau pemain baru yang belum sempat dimainkan seperti Taufik dan Try Hamdani.
“Mungkin baru terlihat saat uji coba nanti, jadwalnya juga belum pasti. Jika memang waktunya cukup, bisa jadi akan ada skema baru yang coba kami kembangkan,” ujarnya. (TRIBUJNOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pss-sleman-lepas-enam-penggawa-tiga-pemain-resmi-digaet_20180801_185559.jpg)