Idul Adha 2018

FKH UGM Kirimkan 350 Mahasiswa untuk Periksa Hewan Kurban

Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM mengirimkan 350 mahasiswa yang bertugas untuk memeriksa hewan kurban.

FKH UGM Kirimkan 350 Mahasiswa untuk Periksa Hewan Kurban
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Sebanyak 350 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM mengikuti pembekalan dan pelepasan petugas pemeriksa hewan kurban, Kamis (16/8/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM mengirimkan 350 mahasiswa yang bertugas untuk memeriksa hewan kurban yang akan disembelih pada perayaan Idul Adha 2018 di DIY, Kamis (16/2018).

Dekan FKH UGM, Siti Isrina Salafia menyampaikan, para mahasiswa bertugas untuk melakukan pemeriksaan dan menyehatkan hewan kurban.

"Tugasnya, sejak pemeliharaan kesehatan hewan itu seperti apa, maka mahasiswa nanti juga akan melakukan pemeriksaan dan memastikan hewan kurban dalam kondisi yang sehat," ujar Siti Isrina.

Ia menambahkan, para mahasiswa bertugas memastikan bahwa hewan kurban memenuhi empat kriteria ASUH yakni aman, sehat, utuh dan halal dalam penyembelihan.

Sementara itu, Staff pengajar Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner FKH UGM, Widagdo Sri Nugroho menyampaikan, yang perlu dicermati oleh masyarakat terkait hewan kurban adalah memastikan hewan dalam kondisi sehat.

Baca: FKH UGM Berikan Pembekalan pada Mahasiswa Petugas Pemeriksa Hewan Kurban

"Secara umum bisa melihat kondisi fisik hewan berdiri dengan bagus bertopang pada empat kali, bulu tidak mudah rontok tidak ada cairan di lubang tubuh terutama leher mulut mata," kata Widagdo.

Ia melanjutkan, sedangkan pada proses penyembelihan, yang perlu diperhatikan adalah dagingnya, jika kondisi hewab sehat maka tidak ada perubahan pada dagingnya.

"Yang jadi pertanyaan kalau ada hati yang cacingan, beberapa ketemu ada cacing di hati, kalau ada cacing sedikit, lokasi yang ada cacing itu dibuang, kalau menyeluruh cacingnya, ya lebih baik dimusnahkan tidak di konsumsi," lanjut dia.

Pihaknya juga mengingatkan untuk mengupayakan proses penyembelihan saat merebahkan sapi itu dengan tata cara yang baik.

"Proses perebahan itu juga mempengaruhi dagingnya. Daging yang terbanting itu lebih gelap," terangnya. (tribunjogja)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved