Yogyakarta
Studi Satunama: Keterlibatan Perempuan di Politik Masih Tergantung Lingkar Kekuasaan
Studi Satunama: Keterlibatan Perempuan di Politik Masih Tergantung Lingkar Kekuasaan
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM - Kristina Viri, peneliti dari Yayasan Satunama mengungkapkan bahwa perempuan yang menjadi kandidat di Pilkada 2018 masih mengandalkan lingkaran kekuasaan.
"42 persen dari 94 kandidat di Pilkada 2018 masih memiliki hubungan dengan elit politik. Sebagian besar bentuk hubungannya dari pernikahan," jelas Kristina di Bentara Budaya Yogyakarta, Rabu (15/08/2018).
Selain karena pernikahan, para kandidat perempuan ini juga dekat dengan tokoh politik dari legislatif, petahana, pengusaha, hingga birokrat.
Menurut Kristina, situasi ini menunjukkan bahwa meskipun semakin banyak perempuan yang maju di bidang politik, namun budaya patriarki masih sangat kuat.
Baca: Yayasan Satunama :Peran Perempuan Dalam Kancah Perpolitikan Tanah Air Alami Peningkatan
"Mau tidak mau perempuan harus menghadapi situasi politik patriarki," ujar Kristina.
Berdasarkan data Satunama, keterwakilan perempuan di Pilkada Serentak 2018 mencapai 9 persen dari total kandidat.
Namun, menurut Wakil Ketua DPRD DIY Rani Widayati, walau kandidat perempuan sudah banyak, publik masih lebih yakin untuk memilih kandidat laki-laki.
"Perempuan belum bisa diterima secara utuh oleh publik," kata Rani. (tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/studi-satunama-keterlibatan-perempuan-di-politik-masih-tergantung-lingkar-kekuasaan_20180815_113809.jpg)