Bisnis

Makin Banyak Start-Up Menarget Traveller

Dampak peningkatan perjalanan ke luar negeri tidak hanya dirasakan oleh industri yang berkaitan langsung

Makin Banyak Start-Up Menarget Traveller
heartofavagabond.com
Ilustrasi traveling 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA – Dampak peningkatan perjalanan ke luar negeri tidak hanya dirasakan oleh industri yang berkaitan langsung tetapi juga bagi bisnis-bisnis industri pendukung lainnya.

Menyasar karakter generasi milenial yang tech savvy dan gemar memilih pengalaman (live experience) ketimbang materi, kini semakin banyak bermunculan penyedia jasa yang menopang kebutuhan traveler di luar negeri misalnya saja untuk urusan akomodasi, transportasi, tiket atraksi dan wahana, paket tur privat dan terbuka, sampai jasa dokumentasi dan penyewaan modem internet guna menopang konektivitas selama berada di negara lain.

Managing Partner - Ideosource VC Edward Ismawan Chamdani mengatakan pertumbuhan bisnis traveling memberikan angin segar bagi pengusaha startup di Indonesia.

Baca: Kaum Millennial Kian Suka Travelling Lintas Negara

“Dari perspektif investor, kondisi seperti ini berpeluang untuk menumbuhkan bisnis-bisnis pendukung trend traveling ke luar negeri. Namun yang perlu diperhatikan bagi pelaku start-up adalah, mereka perlu kreatif dalam memilih segmen. Jangan sampai keliru dan justru malah berhadapan dengan pemain horizontal (consumer apps travel) yang sudah besar,” tutur Edward.

Edward menambahkan, tren bisnis startup yang fokus pada kebutuhan travel ini sangat menjanjikan.

”Khususnya jika dilihat dari kalangan milenial yang menjadikan traveling sebagai lifestyle, tentunya akan membuat ceruk pasar travel makin besar. Secara kompetisi, kolaborasi juga bisa menjadi pilihan bagi pelaku start up. Pemain horizontal dengan layanan paling lengkap bisa berkolaborasi dengan pemain niche agar tercipta layanan one-stop transaction portal. Inisiatif yang kreatif semacam ini sangat menarik, terutama bagi para investor,” sambung Edward.

Baca: The Big Start Indonesia Season 3 Buka Kesempatan Daftarkan Bisnis Kreatif

Studi dari World Economic Forum menunjukkan bahwa konektivitas merupakan salah satu kebutuhan primer generasi milenial dalam bepergian ke luar negeri.

Selain untuk kebutuhan dasar komunikasi, kebutuhan untuk sharing informasi lokasi dan penggunaan social media menjadi alasan mengapa konektvitas berbasi internet menjadi penting.(tribunjogja.com)

Penulis: Victor Mahrizal
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved