Bantul

Terdampak Permen No 20 Tahun 2018, Warga Pucung Alami Penurunan Pemasukan

Jika aturan diterapkan, mayoritas warga Pucung akan mengalami penurunan pemasukan karena mayoritas warga menggantungkan hidup dari bisnis burung.

Terdampak Permen No 20 Tahun 2018,  Warga Pucung Alami Penurunan Pemasukan
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Gunardi, warga Pucung, Wukirsari, Imogiri, Bantul saat berada di kandang calon tempat penangkaran burung murai batu miliknya, Selasa (14/8/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 20 tahun 2018 tentang satwa dilindungi mulai menimbulkan dampak nyata terhadap pelaku bisnis burung di beberapa daerah tanah air.

Satu diantaranya warga Pucung, Wukirsari, Imogiri, Bantul.

Pucung sendiri merupakan daerah yang konon sudah dikenal banyak pecinta burung tanah air.

Baca: Permen Nomor 20 Tahun 2018 Dianggap Rugikan Pecinta Burung

Dari daerah inilah, biasanya para penjual burung dan pakan burung di sejumlah wilayah tanah air berasal.

Di Pucung, semua rumah juga nyaris mempunyai usaha penangkaran burung berbagai jenis.

Sugiyanto, seorang warga Pucung menyebut, mayoritas warga di Pucung memang hidup dari usaha burung.

Sebagian warga diketahui menangkar lalu menjual burung di rumah masing-masing.

Lalu, tak sedikit pula merantau sampai Jakarta, Bali, Bandung dan beberapa daerah di luar DIY.

“Warga yang merantau yang masih usaha seputar burung. Ada yang jual burung, pakan atau burung dan pakan sekaligus. Sebagian juga jualan sangkar burung ke luar daerah. Saya juga punya toko pakan burung tapi cuma di Condong Catur (Sleman),” kata Sugiyanto pada Tribunjogja.com, Selasa (14/8/2018).

Namun Sugiyanto mengaku, dirinya hanya pemain kecil untuk bisnis burung.

Halaman
12
Penulis: sus
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved