Bantul

Hingga Agustus, Kebakaran di Bantul Sudah Tembus 89 Kasus

Hingga Agustus, Kebakaran di Bantul Sudah Tembus 89 Kasus. Jumlah Tersebut Meningkat Dibandingkan Tahun 2017 yang hanya ada sekitar 70 kasus.

Hingga Agustus, Kebakaran di Bantul Sudah Tembus 89 Kasus
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi kebakaran 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Memasuki musim kemarau saat ini kasus kebakaran lahan di kabupaten Bantul mengalami peningkatan cukup signifikan. Hingga Agustus, jumlahnya mencapai 89 kasus.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto, mengatakan, sepanjang tahun 2018 hingga Agustus kebakaran lahan di Bantul relatif signifikan meningkat.

"Sampai kemarin (Agustus) sudah 89 kejadian kebakaran. Biasanya cuma 60-70 kejadian," ujar Dwi, ketika ditemui di kantor Bupati Bantul, Selasa (14/8/2018)

Musim kemarau ini kasus kebakaran di Bantul, dijelaskan Dwi terbanyak meliputi kebakaran rumah, lahan dan Hutan Rakyat.

Sebab itu, diakuinya, perlu ada edukasi kepada warga masyarakat supaya dipahami dan dapat mengantisipasi sehingga kejadian kebakaran tidak terjadi.

Baca: Bupati Gunungkidul Imbau Warga Tak Pilih Calon Kepala Desa yang Praktikkan Politik Uang

"Utamanya (kebakaran) di kebun tebu, membakar sampah sembarangan mulai dipahami. Supaya masyarakat menjaga api tidak kemana mana. Ini yang perlu kita sampaikan kepada masyarakat  sehingga memininalsir kejadian kebakaran. Paling penting adalah edukasi kepada masyarakat," ungkap dia.

Lebih lanjut, Dwi mengungkapkan, dari data historis yang dimiliki BPBD, kasus kebakaran lahan hampir merata di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul. Terutama di lahan-lahan perkebunan tebu.

Lahan tebu itu, menurutnya,di musim kemarau saat ini membutuhkan perhatian ekstra.

"Masalah kebakaran kebun tebu ini kita bekerjasama dengan perusahana gula Madukismo, kita saling mengingatkan warga sekitar untuk lebih berhati-hati membakar sampah di wilayah tersebut," ungkapnya.

Ketika disinggung terkait armada pemadam kebakaran, Dwi mengaku di Bantul sudah siap dengan empat Armada dan dua tangki.

"Bantul juga sudah ada komitmen dengan Armada di kota. Kalau ada kebakaran di perbatasan di kota kita akan saling bantu," pungkas dia. (tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved