Bantul

Diperpautkan Bantul Imbau Warga Tidak Buang Limbah Hewan Kurban ke Sungai

Pihak Diperpautkan pun menjamin kondisi hewan kurban yang masuk di Bantul sudah layak disembelih.

Diperpautkan Bantul Imbau Warga Tidak Buang Limbah Hewan Kurban ke Sungai
Tribun Jogja/ Susilo Wahid
Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih saat berinteraksi dengan salah satu penjual sapi di Pasar Hewan Imogiri, Bantul, Selasa (14/8/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan) Bantul, Pulung Hariyadi mengimbau kepada seluruh masyarakat Bantul agar tidak membuang limbah hewan kurban ke sungai saat perayaan Idul Adha 22 Agustus mendatang.

“Setelah disembelih, kami menghimbau warga tidak membuang limbah hewan kurban ke sungai. Limbah sebaiknya dikubur di jogangan (lubang tanah) dengan kedalaman cukup,” kata Pulung usai melakukan pantauan hewan kurban di Pasar Hewan Imogiri, Bantul, Selasa (14/8/2018).

Baca: Abdul Halim Datangi Pasar Hewan Imogiri Cek Ketersediaan Hewan Kurban

Imbauan ini dikeluarkan Pulung, mengingat di Bantul masih kerap ditemukan limbah sisa penyembelihan hewan kurban yang dibuang begitu saja ke sungai.

Tindakan ini, jelas bisa mencemari sungai.

Terlebih, limbah yang dibuang ke sungai menimbulkan visual yang tak mengenakkan.

Dijelaskan Pulung, tahun ini jumlah hewan kurban yang disembelih di wilayah Bantul diperkirakan 5 ribu sapi dan 10 ribu kambing.

Dengan angka tersebut, Pulung menjamin stok hewan kurban di Bantul aman karena dari laporan masuk, ada stok sekitar 11 ribu sapi dan 70 ribu kambing di Bantul.

Pihak Diperpautkan pun menjamin kondisi hewan kurban yang masuk di Bantul sudah layak disembelih.

Ini setelah dikerahkan lebih dari 150 tenaga ahli dari Diperpautkan dan Fakultas Kedokteran Hewan UGM guna memeriksa kondisi hewan kurban di sekitar 1700 titik pantau.

Baca: Lahan Pertanian Terendam Luapan Air Pasang, Diperpautkan Bantul Dorong Petani Urus Asuransi

“Kondisi kesehatan hewan dicek. Kita pastikan sehat dan layak dikonsumsi, hewan kurban betina yang masih produktif juga kita larang untuk disembelih sesuai aturan yang berlaku. Soal harga, tahun ini memang rata-rata alami kenaikan namun tidak terlalu signifikan,” kata Pulung.

Halaman
123
Penulis: Susilo Wahid Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved