Kota Yogyakarta

Belum Ada Smart City di Indonesia

Ketika sebuah kota sudah menjadi smart city, masalah seperti macet dan banjir tidak akan terjadi lagi.

Belum Ada Smart City di Indonesia
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Narasumber dalam penguatan implementasi smart city Pemerintah Kota Yogyakarta, Selasa (14/8/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Smart City and Community Living Lab, Prof Suhono Harso Supangkat menjelaskan bahwa dalam mewujudkan smart city dibutuhkan pemahaman dan kolaborasi antara pemangku kepentingan terkait dan juga perlunya kepemimpinan.

Semua komponen yang terlibat dalam smart city harus selalu berpikir tentang people, process, dan technology.

"Salah satu komponen tersebut tidak dipenuhi, maka semua program kemungkinan akan gagal," ujarnya, saat pemaparan penguatan implementasi smart city Pemerintah Kota Yogyakarta, di Ruang Bima Balaikota Yogyakarta, Selasa (14/8/2018).

Baca: Dinas Kebakaran Kota Yogya Catat Kecamatan Umbulharjo Paling Sering Kebakaran sejak 2017

Suhono menjelaskan, bahwa sejatinya di Indonesia belum ada kota yang benar-benar menjadi smart city.

Ketika sebuah kota sudah menjadi smart city, masalah seperti macet dan banjir tidak akan terjadi lagi.

"Adapun ukuran untuk menjadi smart city meliputi dua hal, yakni indikator kualitas hidup dan indikator proses pengembangan kota cerdas," ungkapnya.

Indikator kualitas hidup, lanjutnya, mengukur hasil akhir dari berbagai upaya yang diharapkan akan meningkatkan kualitas hidup.

Sementara indikator proses pengembangan smart city mengukur sejauh mana proses pengembangan kota, baik Pemkot dan stakeholder lainnya, secara efektif, efisien, terintergrasi, berkelanjutan, dan terukur untuk menghasilkan layanan-layanan yang dapat meningkatkan kualitas hidup warganya.

Guru besar ITB tersebut menambahkan, berdasarkan hasil pengukuran, belum ada kota di Indonesia yang mencapai ideal smart city.

Beberapa kota sudah memasuki level integrasi walau masih membangun secara scaterred maupun di tahap memulai (initiative).

Baca: Pemkot Yogyakarta Buat Smart Room Tahun Depan

"Kalau dari hasil pengukuran untuk kriteria khusus, Kota Yogyakarta sudah berada di atas rata-rata. Hanya ada satu kriteria yang berada di bawah rata-rata yakni kesiapan integrasi atau integratif readiness," tambahnya.

Integrasi sistem informasi pemerintahan, lanjutnya, dilakukan agar seluruh data dan informasi yang digunakan pimpinan daerah pada saat mencanangkan suatu kebijakan dilakukan berdasarkan data terkini sehingga keputusan yang diambil dapat lebih tepat dan bermanfaat serta menghindari adanya duplikasi data.

"Data menjadi akurat, lengkap, akuntabel, dan mudah diakses. Selain itu, pembangunan yang berkualitas dan pengendalian pembangunan menjadi efektif. Serta juga adanya integrasi antar-instansi terkait, baik internal maupun eksternal," pungkasnya. (*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved