Pendidikan

Bangunan Rumah Sakit di Lombok Masih Layak Digunakan Meski Terdampak Gempa

Berdasarkan hasil penilaian FT UGM, bangunan rumah sakit di Lombok, masih layak digunakan untuk penanganan medis.

Bangunan Rumah Sakit di Lombok Masih Layak Digunakan Meski Terdampak Gempa
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik UGM Ashar Saputra 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) UGM, Ashar Saputra menyebutkan bahwa bangunan rumah sakit di Lombok, NTB masih layak digunakan untuk penanganan medis.

Pernyataan tersebut berdasarkan hasil assessment atau penilaian Tim Teknis Pemeriksa Bangunan FT UGM di Lombok pada 6-9 Agustus silam.

Baca: Fakultas Teknik UGM Laporkan Hasil Assessment Situasi Lombok Pascagempa

"75 persen bangunan masih layak digunakan. Bahkan untuk rumah sakit tingkat provinsi kelayakan untuk operasional mencapai 100 persen," ujar Ashar, Selasa (14/08/2018).

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, Ashar bersama tim melakukan pengecekan ke sejumlah rumah sakit di Lombok selama masa observasi tersebut.

Rumah sakit yang dicek antara lain RSUD Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB, RS Akademik Universitas Mataram, RS Jiwa Mataram, RS Bhayangkara, dan RS milik TNI-AD.

"6 rumah sakit ini yang menjadi rujukan bagi para korban terdampak gempa," ujar Ashar.

Ia pun menghimbau pada warga dan tim medis agar tidak khawatir terhadap kondisi bangunan rumah sakit, sebab struktur bangunannya sudah dibuat tahan gempa.

Baca: Bantu Korban Gempa, Tim Medis RSIY PDHI Bangun RS Sementara di Gunungsari Lombok Barat

Rumah sakit pun harus dibuat demikian lantaran menjadi tempat utama dan pertama dalam penanganan terhadap korban.

"Masyarakat harus diberikan pemahaman tersebut. Ini juga untuk mengurangi trauma mereka," kata Ashar.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved