Sleman

BPBD Sleman : Kami 'Dropping' Air 2 Kali Seminggu ke Prambanan

Kekurangan air masih dirasakan oleh 146 jiwa warga yang ada di RT 02-04 Dusun Kikis, Sambirejo, Prambanan sejak beberapa minggu terakhir.

BPBD Sleman : Kami 'Dropping' Air 2 Kali Seminggu ke Prambanan
Tribun Jogja/ Siti Umaiyah
Kendaraan tanki air milik BPBD Sleman. Musim kemarau ini, armada tanki air ini setiap sepekan sekali mengirim air bersih untuk warga di Dusun Kikis, Sambirejo, Prambanan 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kekurangan air masih dirasakan oleh 146 jiwa warga yang ada di RT 02-04 Dusun Kikis, Sambirejo, Prambanan sejak beberapa minggu terakhir.

Hal tersebut dikarenakan debit air sumur dalam yang berkurang serta jarak sumur dengan rumah warga yang terlampau jauh.

Eko Suhargono selaku Camat Prambanan menjelaskan jika target zero dropping air yang sebelumnya dicanangkan di tahun 2018, belum mampu terpenuhi akibat jarak sumur dengan rumah warga mencapai 3 kilometer.

"Kami harus mulai mengkaji ulang. Daerah kami yang di Kikis sangat jauh dengan sumur yang ada. Jaraknya sumur dengan RT terjauh mencapai 3 kilometer, RT 03 dan 04 sangat jauh," terangnya, Senin (13/8/2018).

Baca: 146 Warga Dusun Kikis Masih Alami Kesulitan Air Bersih, Target Zero Dropping Gagal

Oleh karenanya, sampai saat solusi yang digunakan adalah dengan cara dropping hingga musim penghujan datang.

Dia juga mengatakan ke depan akan melakukan kajian lebih lanjut mengenai langkah yang akan dilakukan.

"Kita masih kaji, apakah nanti akan menambah jaringan maupun menambahkan dan meningkatkan kemampuan pompa yang kita punya. Sehingga akan terpenuhi debit air di musim seperti ini. Kalau dari pompa air sebenarnya masih bisa digunakan, ya karena musim kemarau ini debit air jadi turun. Sehingga daya hisap menjadi berat," katanya.

Selain itu, Eko juga mengkhawatirkan mengenai adanya sumur bor baru yang dibuat oleh warga Klaten, yang jaraknya hanya 150 meter dari Sumur yang ada di Kikis.

Dia juga mengatakan jika nanti dalam pengkajian sumur yang dibuat oleh warga Klaten lebih dalam dari yang ada di Kikis, maka pihaknya akan mencari solusi lebih lanjut mengenai langkah yang akan di ambil.

Solusi tersebut diantaranya dengan mengeser sumur ke lokasi yang lebih jauh, ataupun dengan cara berbagi dengan warga Klaten.

Baca: BPBD Sleman Terima Laporan Kekurangan Air di Prambanan

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved