'Tank Terbang' Soviet Berhasil Diangkat Setelah 75 Tahun Bersemayam di Dasar Danau
Bangkai pesawat terbang milik Uni Soviet berhasil diangkat dari dasar danau di Murmansk, Rusia 75 tahun setelah ditembak jatuh
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Bangkai pesawat terbang milik Uni Soviet berhasil diangkat dari dasar danau di Murmansk, Rusia 75 tahun setelah ditembak jatuh pada Perang Dunia II.
Ilyushin II-2 Sturmovik ditembak pada 22 Agustus 1943 ketika terjadi invasi Nazi Jerman ke pangkalan udara militer di dekat perbatasan dengan Norwegia.
(Baca juga: Tak Hanya Kembangkan Sistem Rudal S-400, Rusia Juga Kembangkan Jet Tempur Generasi Terbaru)
Adapun sang pilot, Kapten Alexander Ivanovich Kalicev, berhasil selamat setelah mendaratkan pesawat tersebut di danau.
Ia berenang menyelematkan diri sebelum pesawat tersebut tenggelam, bersemayam di dasar danau selama 75 tahun.

Dikutip TRIBUNJOGJA.com dari Mail Online, Minggu (12/8/2018) bangkai pesawat ini berhasil diangkat ke permukaan oleh organisasi Wings of Victory yang bergerak di bidang restorasi peninggalan-peninggalan sejarah.
Setelah berhasil diangkat, rencananya bangkai pesawat ini akan dibawa ke Kota Novosibirsk untuk dilakukan restorasi.
(Baca juga: Bangkai Kapal Selam Perang Dunia II Uni Soviet Ditemukan)
Ilyushin II-2 Sturmovik merupakan pesawat serang yang paling banyak diproduksi pada Perang Dunia II. Bahkan Joseph Stalin menyebutnya sebagai armada utama bagi Tentara Merah untuk menyerang Nazi Jerman.
Wajar saja, pesawat bermesin propeler tunggal ini memang dilengkapi berbagai senjata berat hingga dijuluki sebagai Tank Terbang.
Pesawat ini dioperasikan selama Perang Dunia II dan resmi pensiun pada tahun 1954. (*)