Liga 1 2018
Ditahan Imbang Juru Kunci, Persija Jakarta Tuai Kritik
Hasil imbang kembali dituai Persija Jakarta usai ditahan imbang tanpa gol tamunya sang juru kunci, PSMS Medan.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM- Hasil imbang kembali dituai Persija Jakarta usai ditahan imbang tanpa gol tamunya sang juru kunci, PSMS Medan pada pekan ke-20 Liga 1 2018 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (12/8/2018).
Hasil seri membuat Persija Jakarta harus turun satu peringkat ke posisi 6, sedangkan tambahan satu poin masih menempatkan PSMS Medan di posisi juru kunci dengan 19 poin.
Menjalani laga kandang terakhirnya di Bantul sebelum kompetisi diliburkan dan kembali berkandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno usai gelaran Asian Games 2018 mendatang, Macan Kemayoran menemui perlawanan sengit dari sang juru kunci.
Baca: Lawan Persija, Peter Butler Siapkan Strategi Serangan Balik
Dari pantauan Tribunjogja.com, meski tampil dominan menguasai permainan di babak pertama, namun peluang-peluang emas justru banyak didapatkan Ayam Kinantan.
Menit ke-5 Persija Jakarta mencoba membuka peluang.
Namun umpan silang kapten tim Ismed Sofyan, gagal berbuah gol usai sundulan Rohit hanya melebar di sisi kiri gawang.
Kesalahan antisipasi pemain belakang Persija Jaimerson Xavier yang gagal melakukan halauan bola di area kotak penalti hampir saja berbuah petaka bagi tuan rumah diawal pertama.
Beruntung, bola yang diterima oleh Rahmad Hidayat belum membahayakan gawang Shahar Ginanjar setelah sepakannya belum menemui sasaran.
Gempuran terus dilancarkan oleh PSMS Medan.
Kali ini Matsunaga menerobos ke ujung area penalti Persija, sebelum mengirim tembakan kencang ke arah gawang.
Sayang, upaya pemain asal Jepang itu berhasil ditangkap oleh Shahar.
Begitu pula upaya dari pemain sayap PSMS Medan menit ke-23, Fredyan yang sepakan kerasnya dari luar kotak penalti masih menghantam mistar gawang.
Jelang akhir babak pertama, PSMS Medan lagi-lagi mendapat peluang emas.
Beruntung bagi Persija, kali ini umpan silang akurat Firza masih gagal diteruskan oleh Felipe usai sundulannya masih melenceng tipis dari gawang Shahar Ginanjar.
Permainan Persija Jakarta lebih baik pada babak kedua.
Marco Simic dkk mampu menciptakan banyak peluang emas, sayang penjaga gawang Abdul Rohim masih tangguh di bawah mistar gawang PSMS Medan.
Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra mencoba menambah daya gedor timnya dengan memasukkan amunisi asingnya Renan Da Silva pada menit ke-55 dan Osas Saha menit 72.
Semenit tampil, Renan langsung coba memberikan kontribusinya.
Pemain asal Brasil tersebut melepas umpan jauh ke sisi kanan area penalti, namun Riko sudah dalam posisi off side ketika mengejar bola.
Renan nyaris memecah kebuntuan Persija menit ke-59.
Namun sundulan paymaker asal Brasil itu meneruskan crossing dari Novri di tiang jauh masih melenceng dari gawang.
Abdul Rohim menjadi benteng tangguh bagi pertahanan PSMS Medan dipertandingan ini sekaligus menjadi momok bagi penyerang Persija Marco Simic.
Jelang akhir laga tepatnya diwaktu tambahan dua menit.
Tandukan keras Marco Simic usai menerima crossing dari Osas dapat dihalau secara apik oleh Abdul Rohim.
Semenit jelang laga usai, Abdul Rohim kembali mematahkan peluang terakhir Persija usai menggalkan sepakan keras Maman di ujung kotak penalti.
Kritik dari pendukung Persija pun tak dapat dielakkan usai wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan.
Puluhan suporter di sisi tribun selatan merangsek masuk ke pinggir lapangan sembari membentangkan spanduk berisi kritik serta harapan agar tim kebanggaannya berbenah.
Baca: Persija Jakarta Melaju ke Babak 64 Besar Piala Indonesia 2018
Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra mengakui bahwa dalam situasi seperti ini kritik memang harus diterima sebagai motivasi tampil lebih baik.
"Kita hari ini tidak bisa menang, kita profesional dan terima adanya kritik. Kita harus kerja keras lebih agar tidak lagi ada kritik," ujar Teco.
"Kita di babak pertama main kurang bagus, tidak bisa kontrol game.Di babak kedua kita koreksi main lebih baik, dapat beberapa peluang tapi tidak bisa cetak gol. Kiper PSMS Medan main sangat bagus hari ini," imbuh Teco.
Sementara itu, pelatih PSMS Medan, Peter Butler mengatakan penampilan anak asuhnya lebih baik dibanding laga sebelumnya kala takluk dari Bhayangkara FC.
"Saya rasa senang pemain dapat poin tandang. Saya rasa kita main lebih baik. Pemain tampil fight, dalam situasi saat ini saya pikir ini satu poin yang penting," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ditahan-imbang-juru-kunci-persija-jakarta-tuai-kritik_20180812_192958.jpg)