Internasional

Sakit Parah, Anak Berusia 9 dan 11 Tahun di Belgia Meninggal Dunia karena Euthanasia

Anak-anak berusia di bawah 11 tahun bisa meminta euthanasia, bila sakit parah dan mendapat persetujuan dari orangtua.

Sakit Parah, Anak Berusia 9 dan 11 Tahun di Belgia Meninggal Dunia karena Euthanasia
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Hukum Indonesia memang tak mengenal euthanasia, yakni tindakan sengaja untuk mengakhiri hidup seseorang yang sangat sakit dan menderita.

Namun di beberapa negara barat, penduduknya yang sakit parah dan menderita, dapat meminta euthanasia.

Salah satu negara yang dianggap paling radikal dalam menerapkan euthanasia adalah Belgia.

Di negara ini, anak-anak berusia di bawah 11 tahun bisa meminta euthanasia, bila sakit parah dan mendapat persetujuan dari orangtua.

Baru-baru ini terungkap, anak berusia 9 tahun, 11 tahun dan 17 tahun di Belgia di-euthanasia, karena menderita sakit stadium akhir.

Berdasarkan laporan Washington Post seperti dikutip dari Metro, euthanasia terhadap tiga anak itu dilakukan pada tahun 2016 dan 2017.

Belgia dianggap terlalu radikal dalam menerapkan euthanasia, karena warga dari segala usia, bahkan anak di bawah 11 tahun pun, boleh meminta euthanasia.

Negara tetangganya, Belanda, membatasi usia minimal 12 tahun untuk bisa memperoleh suntikan mematikan.

Undang-undang euthanasia di Belgia disahkan pada tahun 2014 dan menuai pro kontra.

"Saya melihat penderitaan mental dan fisik yang begitu luar biasa sehingga saya pikir kami melakukan hal yang baik," kata Luc Proot dari komisi Belgia, kepada Washington Post.

Sedangkan mereka yang menentangnya menganggap itu keterlaluan.

Pada tahun 2016 dan 2017, lebih dari 4.000 orang dewasa, semua dianggap sebagai pasien kanker stadium akhir, memilih untuk mengakhiri hidup di Belgia. (*)

Penulis: say
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved