Kota Yogya

Masyarakat Ekonomi Syariah DIY Gelar Jogja Halal Festival

Masyarakat Ekonomi Syariah DIY Gelar Jogja Halal Festival pada 11-14 Oktober Mendatang di JEC.

Tribun Jogja/ Yosef Leon Pinsker
Ketua Umum MES Wilayah DIY, Mursida Rambe (ketiga kanan) bersama Ketua MUI DIY, KH Thoha Abdurrahman (kedua kiri), Ketua OJK DIY, Untung Nugroho (tengah) dan Ketua STEI Yogyakarta, Prof. Muhamad (ketiga kiri) serta Ketua ICMI Wilayah DIY, Herry Zudianto menunjukkan kaos yang mempromosikan event Jogja Halal Festival, Kamis (9/8/2018) di kawasan Umbulharjo. Jogja Halal Festival bakal digelar pada 11-14 Oktober 2018 di JEC dan menghadirkan 210 tenant dari berbagai macam produk halal. 

TRIBUNJOGJA.COM - Indonesia yang merupakan salah satu negara Muslim terbesar di dunia dengan persentase umat Islam sebesar 87% dari jumlah penduduknya, tidak serta merta menjadikan Indonesia sebagai negara unggulan dalam bidang transaksi produk-produk halal.

Maka dari itu, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah DIY menggagas event bertajuk 'Jogja Halal Festival' yang bakal digelar pada 11-14 Oktober 2018 mendatang di Jogja Expo Center.

Event berskala nasional yang dihadirkan untuk pertama kalinya ini akan diikuti oleh berbagai lintas sektor, seperti lembaga keuangan syariah, rumah sakit Islam, sekolah dan pesantren, industri kecantikan halal, pelaku UMKM halal, travel umroh haji, dan lain sebagainya.

Total, ada 210 tenant yang bakal memeriahkan acara ini, dan hingga saat ini, setengahnya atau 50% dari jumlah tenant telah menyatakan kesediaannya untuk turut berpartisipasi.

Baca: Bendera Merah Putih Raksasa Akan Berkibar di Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran

Ketua Umum MES Wilayah DIY, Mursida Rambe pada saat jumpa pers Jogja Halal Festival, Kamis (9/2018) di kawasan Umbulharjo mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi dan edukasi kepada para masyarakat tentang pentingnya produk-produk halal.

"Dan halal hari ini tidak hanya bicara kebutuhan namun juga merupakan sebuah lifestyle. Target kita juga bukan hanya bicara transaksi, orang datang, kemudian membeli, lalu pulang. Tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana konsep halal itu dapat tersosialisasi dan teredukasi kepada masyarakat," jelasnya.

Selain pameran produk-produk halal, sambung Marsida, acara juga bakal diisi dengan seminar dan talkshow dan pihaknya juga telah mengantongi sejumlah nama yang diharapkan bisa menyampaikan pesan yang koheren dengan perbaikan ekonomi masyarakat. (tribunjogja)

Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved