Kota Yogya

Besok, Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Akan Ikuti Dahar Kembul di Malioboro

Besuk, Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Akan Ikuti Dahar Kembul di Malioboro

Besok, Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Akan Ikuti Dahar Kembul  di Malioboro
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Koordinator kegiatan, Widihasto Wasana putra (tengah) bersama Eksis Komika, Danang Wibowo, dan GKR Mangkubumi, saat jumpa pers dahar kembul di komplek Kepatihan, Senin (06/8/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur Paku Alam X, bakal turut serta dahar kembul, bersama kalangan masyarakat, di Malioboro, Selasa (6/8/2018) besok.

Kegiatan dahar kembul di Malioboro nanti merupakan rangkaian peringatan Bulan Pancasila.

Koordinator Kegiatan Dahar Kembul, Widihasto Wasana Putra, mengatakan bahwa dahar kembul akan digelar serentak di 17 titik, yang tersebar di sepanjang kawasan Malioboro.

Sesuai rencana, agenda, bakal dimulai pada kisaran pukul 18.00 WIB.

"Diawali dengan defile marching band dari mahasiswa UII dan UPN. Kemudian, Gubernur dan Wakil Gubernur DIY tiba di lokasi, sekitar pukul 19.00 WIB," katanya, saat jumpa pers di Kepatihan, Yogyakarta, Senin (6/8/2018).

Hasto mengungkapkan, dahar kembul sengaja digelar pada Selasa Wage, lantaran pada hari tersebut, seluruh aktivitas perdagangan di Malioboro libur.

Rehat itu, lantas dimanfaatkan sebagai momentum penyeimbang, dengan kegiatan sosial dan budaya.

Baca: Meriahkan Bulan Pancasila, Sultan dan Rakyat Bakal Tumpengan di Malioboro

"Sehingga, Malioboro ini bukan sekadar soal ekonomi saja, tapi ada nilai-nilai kebudayaan sosial di situ. Nanti, Gubernur dan Wakil Gubernur DIY sepenuhnya membaur dengan masyarakat, lesehan bersama di depan gerbang timur Kepatihan," ungkapnya.

Sejauh ini, Hasto menuturkan, antusiasme masyarakat tergolong sangat tinggi. Hal tersebut, dapat dilihat dari sejumlah elemen masyarakat dan komunitas, yang telah menyatakan kesanggupannya untuk turut berpartisipasi menyumbangkan tumpeng.

"Sampai siang hari ini, tercatat sudah ada 240 tumpeng dari warga. Mulai dari perorangan, paguyuban pedagang kaki lima, kusir andong, organisasi masyarakat, rumah ibadah, perguruan tinggi, hingga instansi pemerintahan," tuturnya. (tribunjogja)

Penulis: aka
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved