Sleman

Lewat Lomba Gunakan Bahan Bekas, Edukasi Anak Peduli Lingkungan

Sebagai Member of Charoen Pokphand Group, PT Singa Mas Indonesia mengajak generasi muda untuk mencintai, melindungi serta peduli terhadap lingkungan.

Lewat Lomba Gunakan Bahan Bekas, Edukasi Anak Peduli Lingkungan
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Anak usia SD saat berlenggak-lenggok dalam peragaan busana berbahan material bekas di event yang diselenggarakan oleh Serrr dan Fruitamax bertajuk '#SERRRunya MAXimal di Atrium Jogja City Mall, Minggu (5/8/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM - Sebagai Member of Charoen Pokphand Group, PT Singa Mas Indonesia mengajak generasi muda untuk mencintai, melindungi serta peduli terhadap lingkungan.

Hal ini diungkapkan oleh Agung Febra Pinota selaku Marketing Event Nasional PT Singa Mas Indonesia disela acara #SERRRunya MAXimal yang digelar di Atrium Jogja City Mall, Minggu (5/8/2018).

Agung menuturkan, kegiatan lomba yang diisi dengan acara menggunakan bahan baku bekas ini dapat merangsang anak untuk menjadi lebih kreatif menyikapi permasalahan barang yang sulit didaur ulang.

Terlebih anak usia SD sedang dalam masa kembang emas.

"Mereka dalam usia emas, hal ini baik untuk merangsang kreativitas serta kepedulian mereka terhadap lingkungan dengan memanfaatkan barang bekas sebagai bahan yang dapat bernilai lebih," katanya saat ditanya Tribunjogja.com.

Melalui kegiatan susun bentuk dan fashion show yang semuanya menggunakan barang bekas tentu akan membuat para anak mulai terbiasa memanfaatkan barang bekas menjadi barang dengan nilai ekonomis lebih.

Baca: SERRRunya MAXimal, Lomba Unjuk Kreativitas Anak

Kegiatan ini, lanjut Agung juga bekerjasama dengan dinas lingkungan hidup untuk memberikan edukasi kepada anak tentang pentingnya menjaga lingkungan untuk keberlangsungan hidup makhluk hidup dan sekitarnya.

Hal ini diharapkan mampu mengedukasi anak untuk tidak menggunakan barang bekas dan setidaknya anak mulai memahami dan mengurangi penggunaan barang-barang yang susah di daur ulang.

Dalam perlombaan ini diikuti oleh ratusan anak sekolah dasar di Sleman dan DIY, lomba mewarnai diikuti oleh 170 peserta, susun bentuk oleh 10 tim yang masing-masing tim terdiri dari lima orang serta ada puluhan peserta lomba fashion show.

"Para anak bebas berkreasi menggunakan beragam material yang sudah dipakai atau barang bekas," katanya.

Mulai dari lomba susun bentuk beragam landmark hingga fashion show yang menunjukkan karya busana yang terbuat dari bahan bekas.

Pemenang lomba ini dinilai dari segi kreativitas serta bagaimana perform para anak saat memeragakan busana barang bekas.

Lomba ini pun akan memperebutkan hadiah total senilai Rp 20 juta yang akan diberikan kepada seluruh pemenang lomba dan doorprize.

"Tak hanya lomba mewarnai, susun bentuk dan fashion show kita juga ada lomba selfie competition yang dapat diikuti oleh anak dan orang tua melalui sosial media," pungkasnya. (tribunjogja)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved