Liga 2

Lakukan Rotasi, Seto Tegaskan Tak Ada Jaminan Starter untuk Pemain PSS Sleman

Lakukan Rotasi, Seto Tegaskan Tak Ada Jaminan Starter untuk Pemain PSS Sleman

Lakukan Rotasi, Seto Tegaskan Tak Ada Jaminan Starter untuk Pemain PSS Sleman
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Starting eleven PSS Sleman pada laga kontra Persiwa Wamena di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (4/8/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM- Perombakan skuat tampak pada starting eleven PSS Sleman kala memenangi duel sengit kontra Persiwa Wamena 1-0 pada laga perdana putaran kedua Liga 2 2018, Sabtu (4/8/2018) lalu.

Pada laga tersebut, pelatih Seto Nurdiantoro melakukan beberapa perubahan komposisi pemain, mulai dari penjaga gawang, pemain belakang, dan juga pemain tengah.

Tak dipungkiri, perubahan tersebut tak lepas dari keputusan pencoretan enam pemain yang dilakukan tim berjuluk Elang Jawa tersebut.

Namun di balik keputusan tersebut, ternyata Seto menegaskan bahwa tak ada jaminan bagi pemain PSS Sleman untuk selalu mendapat posisi starter bila tidak menunjukkan progres positif di sesi latihan.

"Perubahan di posisi penjaga gawang, dalam beberapa kali latihan dia (Yoewanto Stya Beny) bisa clean sheet dan kita berikan kesempatan buat dia," ujar Seto Nurdiantoro.

"Saya melihat perkembangan latihan, jika pemain menunjukkan progres kita beri kesempatan dan mungkin bisa jadi starter terus," imbuhnya.

Pertimbangan tersebut pula yang membuat Seto menurunkan Rangga Muslim Perkasa sebagai starter.

Baca: Empat Pemain Dipastikan Absen, Kans Rekrutan Anyar PSIM Yogya Tampil Terbuka Lebar

Menggantikan posisi Rifal Lastori yang tampil impresif sepanjang putaran pertama lalu.

Meski saat ini timnya sementara mampu menempati posisi puncak Wilayah Timur, namun Seto tak ingin cepat berpuas diri.

Menurutnya, evaluasi tetap ada, terutama ketenangan pemain saat penyelesaian akhir dan juga masih banyaknya kesalahan individu.

"Syukur alhamdulillah, tapi fokus saya lolos dan tidak melihat posisi saat ini. Setelah lolos dari penyisihan grup, kita baru fokus lolos ke Liga 1. Ketika kita di puncak artinya juga banyak goncangan, tapi kalau bisa di puncak terus ya itu bagus," ungkapnya.

Disinggung mengenai penambahan skuat pasca dicoretnya enam penggawa, Seto mengaku hal tersebut memang dibutuhkan. Terlebih saat ini timnya baru berisi kan total 21 pemain termasuk tiga penjaga gawang.

"Kita hanya punya 18 pemain depan dan 3 kiper. Kita butuh tambahan pemain belakang tengah, dan depan. Tapi nanti kita lihat jadinya seperti apa," ujar Seto.

Mengenai performa dua pemain barunya, Jodi Kustiawan dan Amarzukih pada laga debutnya berseragam Elang Jawa, Seto mengatakan dua pemain tersebut memiliki kontribusi penting bagi tim, meski belum maksimal di laga lawan Persiwa Wamena lalu.

"Amarzukih pemain yang senior, mungkin masih perlu kita poles dikit. Jodi juga sama, secara keseluruhan dua pemain ini bisa diharapkan bisa meningkatkan performa tim PSS Sleman," pungkasnya. (tribunjogja)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved