Pendidikan

Tingkatkan Mutu Pendidikan, SD Ungaran Adakan Diskusi

Tujuan diskusi tersebut adalah untuk menyinergikan pemangku kepentingan yaitu komite sekolah, orangtua, dan masyarakat.

Tingkatkan Mutu Pendidikan, SD Ungaran Adakan Diskusi
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Diskusi untuk meningkatkan mutu pendidikan SD Ungaran 1 Yogyakarta di Pura Pakualaman, Sabtu (4/8/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- SD Ungaran 1 Yogyakarta mengadakan diskusi meningkatkan mutu pendidikan di Pura Pakualaman Yogyakarta Sabtu (4/8/2018).

Tujuan diskusi tersebut adalah untuk menyinergikan pemangku kepentingan yaitu komite sekolah, orangtua, dan masyarakat.

Hadir dalam diskusi tersebut GKBRAA Paku Alam X, yang menyampaikan peran orangtua dalam pendidikan.

Baca: Siswi SDN Ungaran Yogyakarta Ini Raih Nilai USBN Tertinggi se-DIY

Menurutnya keluarga memiliki kontribusi yang besar terhadap keberhasilan putra-putrinya.

"Iklim kehidupan dalam keluarga berpengaruh terhadap perkembangan psikis dan fisik anggota keluarga. orangtua sebagai figur utama keluarga juga memiliki peranan penting bagi perkembangan putra-putrinya," kata GKBRAA Paku Alam IX pada Tribunjogja.com.

Peran orangtua dalam keluarga antara lain menjadi teladan bagi anak dalam hal pola pikir, rasa, dan karsa, menjadi pengayom berbagai masalah dalam keluarga, dan lain-lain.

Sementara peran ornagtua bagi sekolah adalah mendukung dan membantu realisasi kebijakan sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

Selain itu juga memberi masukan untuk perbaikan penyelenggaraan sekolah.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Rochmad menyampaikan ada 4C untuk mengembangkan mutu pendidikan.

Baca: SDN Ungaran 1 Yogyakarta Ajak Siswa Mencintai Lingkungan Melalui Kegiatan Semutlis

"Untuk 'C' pertama adalah critical thinking. Anak harus dimotivasi supaya bertanya, sehingga anak itu bisa berpikir kritis. Kritis itu nggak harus pintar. Untuk 'C' kedua adalah Communication. Komunikasi itu penting, untuk berpikir kritis juga diperlukan komunikasi yang baik," kata Rochmad.

"Yang selanjutnya adalah Creative. Sekarang kita itu lebih tematik. Jadi nanti misal belajar soal anggota tubuh, tentu nanti juga bisa memahami IPA. Model tematik ini sama dengan di Finlandia dan Jepang. Selanjutnya adalah Collaborative. Harus ada kolaborasi sesama yang memiliki kepentingan supaya bisa memajukan pendidikan," tutupnya.

Diskusi diikuti oleh komite sekolah dan beberapa orangtua siswa SD Ungaran. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved