Bantul

Panpel PSIM Sebut Sudah Kerahkan Tenaga Pengamanan 4 Kali Lipat saat Derby DIY

Panpel mengklaim sudah berupaya untuk mempersiapkan segala kebutuhan laga saat melawan PSS Sleman secara maksimal.

Panpel PSIM Sebut Sudah Kerahkan Tenaga Pengamanan 4 Kali Lipat saat Derby DIY
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Panpel PSIM, Wendy Umar Senoaji 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ketua Panpel pertandingan PSIM Yogyakarta, Wendy Umar mengaku belum mendapat informasi tertulis perihal adanya tuntutan pertanggungjawaban dari pihak keluarga Muhammad Iqbal Setyawan kepada pihaknya karena dianggap lalai dalam melakukan menyelenggaraan laga.

“Kami baru mendengar informasi permintaan pertanggungjawaban dari pihak keluarga Iqbal dari awak media. Belum ada info tertulis ke kami. Prinsipnya kami menghormati upaya keluarga korban dalam upaya penyelesaian masalah ini,” kata Wendy pada Tribunjogja.com saat dikonfirmasi, Jumat (3/8/2018).

Baca: Keluarga Korban Pengeroyokan saat Derby DIY, Minta Pertanggungjawaban Panpel PSIM

Wendy tak berkomentar banyak soal tuntutan pihak keluarga Iqbal yang melihat pihak Panpel hanya mementingkan profit sehingga menjadi lalai dalam melakukan pengamanan.

Menurut dia, Panpel sebenarnya sudah berupaya untuk mempersiapkan segala kebutuhan laga saat melawan PSS Sleman secara maksimal.

Bahkan sebelum laga, Panpel sudah mereduksi gesekan antar suporter.

Satu di antaranya dengan tidak menjual tiket on the spot.

Selain itu, larangan agar suporter PSS datang ke SSA juga dikomunikasikan ke aparat kepolisian.

Terbukti, polisi tak mengizinkan suporter PSS masuk stadion.

“Jumlah petugas keamanan dari polisi yang biasanya 350 orang kita tambah sampai sekitar 1.250 personel. Hampir empat kali lipatnya. Ini menjadi upaya kami untuk semaksimal mungkin membuat laga tersebut aman. Sementara teknis pengamanan di stadion sudah kami serahkan ke aparat kepolisian,” kata Wendy.

Baca: Polisi Tangkap 4 Orang Lagi Terkait Pengeroyokan Seusai Derby DIY

Pada akhirnya, Wendy ikut menyesalkan kejadian ini dan memberi penjelasan jika insiden ini tak seharusnya terjadi.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, pihak Panpel juga datang ke rumah sakit tempat Iqbal sempat dirawat termasuk datang ke rumah duka di Bantul.

Pada prinsipnya, Panpel PSIM menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus ini kepada aparat kepolisian dalam hal ini Polres Bantul maupun Polda DIY.

“Kami ikuti segala proses hukum yang berjalan. Kami menjamin akan kooperatif dengan pihak penyidik dari Polres maupun Polda,” kata Wendy. (*)

Penulis: sus
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved