Bisnis

OJK Resmikan BWM UNISA

Kehadiran BWM di Kabupaten Sleman sangat penting karena dapat mendukung perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

OJK Resmikan BWM UNISA
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso (kanan) menyerahkan izin pendirian BWM UNISA kepada Ketua Umum PP Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, pada saat soft launching BWM UNISA Yogyakarta, di kampus UNISA, Jumat (3/8/2018). Saat ini telah ada 40 BMW yang hadir di seluruh Indonesia guna memberikan fasilitas kredit bagi pelaku UMKM. 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso meresmikan berdirinya Bank Wakaf Mikro (BWM) Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Usaha Mandiri Syariah, Universitas Aisyiyah (UNISA), Jumat (3/8/2018) di UNISA.

Bupati Sleman, Sri Purnomo yang turut hadir dalam soft launching tersebut mengatakan, kehadiran BWM di Kabupaten Sleman sangat penting karena dapat mendukung perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

"Kemudian dengan didukung dengan potensi SDM, potensi kreatifitas dari para pelaku UMKM, dan sokongan dana dari BMW ini akan dapat membuat perkembangan ekonomi yang sangat dinamis," ujarnya.

Baca: OJK Himbau Masyarakat Waspada terhadap Fintech Ilegal

Wimboh Santoso menyatakan saat ini sudah ada sekitar 40 BMW yang telah berdiri di seluruh Indonesia. BMW memberikan maksimal kredit kepada para nasabah dengan rentang Rp 1-3 juta tanpa agunan dengan kontribusi 3 persen per tahun.

"Untuk kredit Rp1 juta, pembayarannya dilakukan tiap minggu dengan besaran hanya Rp 26 ribu selama satu tahun," imbuhnya.

Wimboh menjelaskan BMW merupakan lembaga jasa keuangan yang legalitasnya disebut LKMS .

"Khusus BMW memang tidak diperkenankan mengambil dana nasabah, karena ini akan menimbulkan risiko yang besar. Tapi, BMW bisa dijadikan agen oleh bank sehingga nanti nasabah BMW kalau mau nabung ya boleh tapi, tabungannya akan ditabungkan di bank," jelasnya.

Baca: OJK Sosialisasikan Pengelolaan Keuangan Desa

Dana BMW berasal dari donatur (wakaf) yang mempunyai kelebihan dana, yang kemudian dimasukkan ke dalam Lembaga Amil Zakat Nasional yang dikelola oleh bank syariah mandiri, selanjutnya dana tersebut diberikan kepada BWM untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat.

Kehadiran BWM juga tak hanya membantu menyalurkan pembiayaan.

OJK mengharuskan BWM intuk melakukan proses pelatihan dan pendampingan serta pola pembiayaan yang dibuat per kelompok atau tanggung renteng.

Lewat BWM, OJK berharap dapat menjadi solusi pemberian kredit, agar masyarakat yang tinggal di pedesaan maupun perkotaan tidak lagi meminjam uang kepada rentenir. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved