Bantul

Keluarga Korban Pengeroyokan saat Derby DIY, Minta Pertanggungjawaban Panpel PSIM

Keluarga Muhammad Iqbal Setyawan meminta pertanggungjawaban pihak Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan.

Keluarga Korban Pengeroyokan saat Derby DIY, Minta Pertanggungjawaban Panpel PSIM
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Manajer PSS Sleman, Sismantoro (baju putih) bersama Dir Sabhara Polda DIY, Kombes Pol Faried Zulkarnain berkunjung kekediaman Muhammad Iqbal, di Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon, Rabu (01/8/2018) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Keluarga Muhammad Iqbal Setyawan, korban kerusuhan usai pertandingan derby DIY antara PSIM Yogyakarta kontra PSS Sleman di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul beberapa waktu lalu meminta pertanggungjawaban pihak Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan.

Hal ini menyusul adanya dugaan kelalaian dari pihak Panpel yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

“Pihak Panpel kami anggap lalai. Kami ingin menuntut Panpel secara hukum. Sesuai Pasal 359 KUHP,” kata wakil keluarga korban sekaligus Paman korban, Irwan Suryono pada Tribunjogja.com, Jumat (3/8/2018).

Baca: Polisi Tangkap 4 Orang Lagi Terkait Pengeroyokan Seusai Derby DIY

Menurut Irwan, tindakan sweeping sekelompok orang di lingkungan stadion sebagai awal mula korban dianiaya hingga meninggal merupakan tindakan sewenang-wenang.

Tindakan sweeping ini tidak bisa dibenarkan secara hukum karena wewenang melakukan sweeping adalah aparat hukum.

Terjadinya aksi sweeping ini dianggap sebagai bentuk kecerobohan Panpel pertandingan yang tak mampu memaksimalkan pengamanan dan mencerminkan bahwa Panpel tidak bersikap profesional.

“Panpel seperti hanya mengejar profit dari penjualan tiket tapi mengabaikan faktor keamanan,” kata Irwan.

Irwan diketahui sudah melakukan pelaporan ke pihak Polres Bantul.

Harapannya, agar laporan ini bisa segera diproses hukum sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Sekaligus, sebagai warning agar Panpel bisa lebih bersikap profesional di kemudian hari.

Baca: Mbah Putih Prihatin Tindak Kekerasan saat Berlangsungnya Derby DIY

Kaur Bin Ops Reskrim Polres Bantul, Iptu Muji Suharjo sebagai petugas yang menerima kedatangan Irwan menjelaskan bahwa pihak Polres Bantul tidak bisa menerima laporan tersebut.

Alasannya, karena penyelenggara laga dalam hal ini Panpel PSIM telah mengantongi izin resmi pertandingan.

“Izin pertandingan PSIM kontra PSS sudah ada. Izin dari Polda DIY. Kalau misal tidak ada izin itu bisa (laporan diproses). Tadi tuntutannya adalah kelalaian Panpel. Kami minta untuk langsung ke PN Pengadilan Negeri (PN) Bantul untuk memproses tuntutan,” kata Muji di Polres Bantul. (*)

Penulis: Susilo Wahid Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved