Sleman

Tingkatkan Literasi Masyarakat, Kades Widodomartani Gerakkan Perpustakaan di 15 Pedukuhan

Sejak terpilih menjadi Kades di tahun 2013, dia memang sudah berjanji untuk bisa membangun perpustakaan di Balai Desanya.

Tingkatkan Literasi Masyarakat, Kades Widodomartani Gerakkan Perpustakaan di 15 Pedukuhan
TRIBUNJOGJ.COM / Siti Umaiyah
Kepala Desa Widodomartani saat menunjukan koleksi buku di perpustakaan desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman. 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Siti Umaiyah

TRIBUNJOGJA.COM – Menggerakkan 15 padukuhan yang ada di bawah naungan desanya untuk memiliki perpustakaan dan aktif dalam sosialisasi pentingnya membaca ke masyarakat bukanlah hal yang mudah bagi Heruyono (38), yang merupakan Kepala Desa (Kades) Widodomartani, Ngemplak, Sleman.

Sejak terpilih menjadi Kades di tahun 2013, dia memang sudah berjanji untuk bisa membangun perpustakaan di Balai Desanya.

Namun, untuk meyakinkan seluruh perangkat desa dan masyarakat sekitar agar literasi tetap menjadi perhatian khusus bukanlah hal mudah.

Baca: Disdik Kota Yogyakarta Kembangkan Kampung Literasi Profesi

“Saya dan kesra sejak menjabat sudah berjanji, untuk bisa mengoptimalkan ruangan kecil yang ada di Balai Desa dan menjadikannya perpustakaan. Kami dulu untuk meyakinkan perangkat desa agar bisa maju lomba tingkat kabupaten saja susah,” katanya pada Tribunjogja.com.

Namun, berkat keinginannya yang kuat, perlahan perpustakaan Desa Widodomartani bisa maju ke tingkat kabupaten, provinsi bahkan menjadi juara pertama perpustakaan desa terbaik nasional di tahun 2016.

“Menjadi juara di tingkat kabupaten menjadi titik terang bagi kami, masyarakat perlahan yakin dan paham kalau memang literasi itu perlu. Ini membuka pemikiran baik bagi masyarakat maupun perangkat untuk terus memberikan dukungan kepada kami,” ungkapnya.

Capaian gemilang di tahun 2016, tidak lantas membuat Suhargono lesu untuk terus menghidupkan budaya literasi yang ada di desanya.

Sedikit demi sedikit, dari jumlah 19 padukuhan yang ada di bawah naungannya, setidaknya sudah ada 15 padukuhan yang juga memiliki perpustakaan.

“Sejak menjadi juara nasional, alhamdulillah masyarakat juga semakin terbuka. Kita kurang tiga padukuhan lagi yang belum ada perpustakaannya. Kita upayakan terus, agar semua padukuhan memiliki perpustakaan,” terangnya.

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved