Yogyakarta

Sopir Trans Jogja dari PT JTT Tuntut Kenaikan Gaji

Para pengemudi, pramugara dan pramugari di bawah naungan PT Jogja Tugu Trans (JTT), menuntut kenaikan gaji kepada pihak perusahaan.

Sopir Trans Jogja dari PT JTT Tuntut Kenaikan Gaji
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Serikat Pekerja PT JTT saat beraudiensi dengan pimpinan perusahaan dan perwakilan legislatif, di Gedung DPRD DIY, Kamis (2/8/2018). 

"Padahal, pekerjaan sama, tanggung jawab sama, terus sama-sama mendapat kucuran dana dari pemerintah. Tapi, kenapa gaji kami berbeda? Terlebih, teman-teman kami, para OB dan satpam, gajinya masih di bawah UMK, kan ironis," keluhnya.

"Jadi, kali ini kita bawa tuntutan naik gaji untuk semua karyawan. Termasuk staf, mekanik, OB dan satpam. Kita minta ada kenaikan untuk semuanya," tambah Totok.

Lebih lanjut, ia memaparkan, jumlah seluruh awak Trans Jogja yang berada di bawah naungan PT JTT,  meliputi pengemudi, pramugara dan pramugari, berjumlah 273 orang.

Sementara untuk karyawan yang bertugas di kantor, jumlahnya sekitar 60 personel.

Untuk pengemudi PT JTT, lanjutnya, mengantongi gaji bulanan sebesar Rp 3 juta.

Jumlah tersebut, masih berada di bawah penghasilan para pengemudi dari PT AMI, yakni sebesar Rp 3,5 juta per bulan.

Baca: Tahun Ini, UPT Trans Jogja Akan Realisasikan 10 Halte Desain Baru

Karena itu, peningkatan gaji dianggapnya mutlak.

"Kami tahun 2014 gajnya sudah sempat naik. Waktu itu, diputuskan naiknya Rp 846 ribu, untuk pengemudi. Tapi, sejak 2015 sampai sekarang, tidak ada kenaikan lagi. Sedangkan untuk staf lainnya, tidak pernah naik sejak 2008," paparnya.

Menurut Totok, gaji ideal yang seharusnya diterima saat ini adalah Rp 3,8 juta per bulan, untuk pengemudi.

Kemudian, untuk pramugara dan pramugari, sebesar Rp 2,9 juta.

Sedangkan para staf di luar itu, setidaknya mendapat tambahan upah sebesar Rp 600 ribu. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved