Sleman

Dishub Sleman Temukan Ada Jeep Wisata Tak Layak Jalan

Sebanyak 90% jeep wisata lava tour merapi dari total 26 jeep yang diperiksa oleh Dishub Sleman ditemukan tidak layak jalan.

Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Deretan Jip Wisata Merapi di Wisata Tlogo Putri, Kaliurang 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Siti Umaiyah

TRIBUNJOGJA.COM – Sebanyak 90% jeep wisata lava tour merapi dari total 26 jeep yang diperiksa oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman saat dilakukan operasi tanggal 31 Juli 2019, ditemukan tidak layak jalan.

Operasi yang menyasar 13 basecamp dari total 29 basecamp yang ada di kawasan lava tour merapi tersebut dilakukan bersama dengan Dinas Pariwisata Sleman, Polres Sleman, Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) serta Indonesia Off Road Federation (IOF).

Baca: Asosiasi Jeep Akan Beri Pelatihan Khusus untuk Driver Jeep Wisata

Sulton Fatoni, selaku Kabid Lalu Lintas Dishub Sleman menjelaskan, operasi tersebut sengaja menyasar basecamp-basecamp di wilayah Umbulharjo, Cangkringan, Sleman dengan pengambilan dua sampel jeep di setiap basecampnya.

Dia mengungkapkan, hampir 50% ditemukan Jeep yang STNKnya (Surat Tanda Nomor Kendaraan) sudah mati, serta mayoritas jeep mengalami kendala di bagian sistem rem, sistem kemudi, serta roll bar.

“Kemarin kita memang ingin evaluasi, sejauh mana mereka menjalankan apa yang sudah kita pesannya saat operasi sebelumnya. Tidak semua kita operasi. Untuk pengemudi hampir 90% memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi),” katanya pada Tribunjogja.com.

Selain itu, Sulton melihat kebanyakan dari jeep masih menggunakan sistem rem tromol.

Yang mana hal tersebut kurang cocok digunakan saat melewati kawasan yang berair.

“Kita bersama IOF melakukan sosialisasi, yang mana banyak sopir yang tidak tahu bahwa sistem rem tromol ini kalau masuk air tidak bisa jalan, remnya agak blong. Nah, itu yang akan kita bina. Sehingga sopir ini nantinya bisa mengurangi medan-medan yang basah dan bisa lebih hati-hati. Rem tromol tidak kita larang, tapi hanya kita arahkan,” jelasnya.

Meskipun masih banyak ditemukan kendaraan-kendaraan yang tidak layak jalan, Sulton mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan waktu bagi para pelaku jeep untuk melakukan perbaikan.

Sulton menjelaskan, saat ini pihaknya belum bisa melakukan tindakan yustiti, karena jeep belum memiliki kategori angkutan sesuai dengan yang ada di undang-undang.

Baca: Godok SK Bupati, Pemkab Sleman Akan Berikan Jalur Alternatif Wisata Jeep Merapi

“Kita masih tahap pemeriksaan, belum bisa di ranah penegakan hukum. Kan belum tahu ini termasuk jenis angkutan apa yang pas. Nanti kita akan bicarakan dulu terkait ini, agar dasar hukumnya juga jelas,” katanya.

Ketua AJWLM Wilayah Timur, Sugeng Bambang mengatakan, dari asosiasi akan terus menerima masukan yang diberikan oleh Dinas-dinas terkait.

Pihaknya juga akan terus memperbaiki hal-hal yang dianggap kurang layak, seperti perbaikan kendaraan dan peningkatan pelayanan kepada wisatawan.

“Masing-masing komunitas minimal seminggu sekali dilakukan pengecekan dan pembenahan agar lebih optimal lagi,” katanya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved