Bantul

Polisi dan Manajer PSS Sleman Kunjungi Rumah Iqbal

Sebagai manajer, Sismantoro berharap aparat kepolisian bisa menindak tegas para pelaku pengeroyokan.

Polisi dan Manajer PSS Sleman Kunjungi Rumah Iqbal
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Manajer PSS Sleman, Sismantoro (baju putih) bersama Dir Sabhara Polda DIY, Kombes Pol Faried Zulkarnain berkunjung kekediaman Muhammad Iqbal, di Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon, Rabu (01/8/2018) siang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Manajer PSS Sleman, Sismantoro bersama Dir Sabhara Polda DIY, Kombes Pol Faried Zulkarnain didampingi Wakapolres Bantul, Kompol Mariska Fendi Susanto
mengunjungi kediaman Muhammad Iqbal, di Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon, Rabu (01/8/2018) siang.

Kedatangan manajemen PSS Sleman bersama pihak kepolisian ke rumah Iqbal, yang menjadi korban pengeroyokan setelah derbi DIY, dalam rangka penyerahkan bantuan.

Manajer PSS Sleman, Sismantoro, mengatakan, kedatangan dirinya bersama pihak kepolisian sebagai rasa belasungkawa serta memberi dukungan moril supaya pihak keluarga diberi ketabahan.

Baca: Polisi Amankan Empat Terduga Pelaku Penganiayaan Terhadap Iqbal

"Harapan saya ini yang terakhir. Tidak ada korban lagi. Saya sebagai manager berharap semoga kasus seperti ini tidak terulang lagi kedepannya," ujar Sismantoro, Rabu (01/8/2018)

Ia berharap juga, dari yang senior, manajer hingga tingkat pengurus sepakbola tingkat DIY bisa konsolidasi, turun tangan untuk membantu dalam menuntaskan kasus yang merenggut nyawa pelajar kelas dua SMKN 1 Pleret ini.

"Ini kan satu daerah, DIY, demi sepakbola dan masa depan anak-anak. Persoalan yang merugikan masyarakat Yogya ini harus selesai dan tak terulang lagi," tuturnya.

Manajer PSS Sleman, Sismantoro (baju putih) bersama Dir Sabhara Polda DIY, Kombes Pol Faried Zulkarnain berkunjung kekediaman Muhammad Iqbal, di Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon, Rabu (01/8/2018) siang.
Manajer PSS Sleman, Sismantoro (baju putih) bersama Dir Sabhara Polda DIY, Kombes Pol Faried Zulkarnain berkunjung kekediaman Muhammad Iqbal, di Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon, Rabu (01/8/2018) siang. (TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin)

Sebagai manajer, Sismantoro berharap aparat kepolisian bisa menindak tegas para pelaku pengeroyokan.

Sehingga akan bisa menimbulkan efek jera.

Baca: Iqbal Meninggal Sepulang Nonton Laga PSIM vs PSS

"Harus ditindak tegas, karena ini menyangkut nyawa, hukum harus ditegakkan supaya ada efek jera," tutur dia.

Sementara itu, Dir Sabhara Polda DIY, Kombes pol Faried Zulkarnain, mengatakan, kedepan ia menginginkan kegiatan sepak bola bisa berjalan suportif dan tidak ada lagi korban jiwa.

"Kedatangan kami (dikeluarga Iqbal) memberi motivasi moril, dengan harapan semoga keluarga ikhlas. Harapan saya masing-masing pihak bisa menahan, menjaga diri sehingga suasana menjadi kondusifitas.Jangan sampai ada korban lagi," ungkap dia.

Iqbal sendiri merupakan seorang remaja yang jadi korban penganiayan, meninggal dunia, setelah menyaksikan laga Derbi DIY, antara PSIM Yogyakarta vs PSS Sleman di stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, pada Kamis (26/7/2018) lalu.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved