Sains

LAPAN Ajak Masyarakat Semarakkan 'Malam Langit Gelap' Peringati Hari Keantariksaan 6 Agustus 2018

Kampanye itu sudah mulai digaungkan peneliti LAPAN, Thomas Djamaluddin, di akun Facebooknya.

LAPAN Ajak Masyarakat Semarakkan 'Malam Langit Gelap' Peringati Hari Keantariksaan 6 Agustus 2018
ist
luar angkasa 

TRIBUNJOGJA.COM - Akhir Juli kemarin, masyarakat Indonesia telah menikmati fenomena astronomi menarik gerhana Bulan total atau Blood Moon terlama di abad ini.

Beberapa hari lagi, tepatnya pada 6 Agustus 2018, masyarakat akan memperingati Hari Keantariksaan.

Hari Keantariksaan diperingati setiap tanggal 6 Agustus, bertepatan dengan tanggal disahkannya Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan.

Beberapa tahun terakhir, Hari Keantariksaan dirayakan dengan menyemarakkan 'Malam Langit Gelap', yang dipelopori oleh Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN).

Untuk merayakan Hari Keantariksaan tahun 2018 ini, Lapan kembali mengajak masyarakat untuk menyemarakkan 'Malam Langit Gelap'.

Kampanye itu sudah mulai digaungkan peneliti LAPAN, Thomas Djamaluddin, di akun Facebooknya.

Untuk menyemarakkan 'Malam Langit Gelap' seperti dijelaskan Thomas di postingannya, masyarakat hanya perlu mematikan lampu luar rumah secara bersama-sama, mulai pukul 20.00 hingga 21.00 waktu setempat.

Bila semua masyarakat melakukannya, maka kita bisa menikmati langit malam yang minim polusi cahaya.

Bintang-bintang di langit akan terlihat jelas dan Galaksi Bimasakti akan terlihat membentang di atas langit.

Tidak hanya itu saja yang bisa disaksikan dengan menyemarakkan 'Malam Langit Gelap'.

"Setelah publik menikmati Gerhana Bulan Total terpanjang di abad ini, mari kita semarakan "Malam Langit Gelap" pada Hari Keantariksaan 6 Agustus. Cukup matikan lampu luar secara bersama-sama pk 20.00-21.00 waktu setempat dan nikmati langit malam minim polusi cahaya. Saksikan Galaksi Bimasakti yang membentang di atas kepala, empat planet yang berjajar dari Barat ke Timur (Venus, Jupiter, Saturnus, dan Mars), beberapa rasi bintang terkenal (Scorpio - Kalajengking, Cygnus - Angsa, dan Crux - Salib Selatan), Segi Tiga Musim Panas (Vega - Altair - Deneb), serta beberapa hujan meteor," tulis Thomas. (*)

Penulis: say
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved