Breaking News:

Artificial Intelligence Bisa Tebak Kepribadian Anda Lewat Tatapan Mata

Peneliti Australia telah membuktikan bahwa artificial intelligence (AI) dapat memprediksi kepribadian hanya dengan melihat mata.

Editor: iwanoganapriansyah
IST
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kecerdasan buatan menjadi jauh lebih baik dalam mengenal perilaku manusia. Para peneliti Australia telah membuktikan bahwa artificial intelligence (AI) dapat memprediksi kepribadian hanya dengan melihat mata Anda.

Mereka mengatakan, penemuan ini dapat merevolusi cara kita berkomunikasi dengan mesin.

“Tentu saja ada potensi bahwa temuan ini dapat meningkatkan interaksi antara manusia dan mesin,” kata Tobias Loetscher, peneliti dari University of South Australia.

“Selain itu, penelitian ini memberi kesempatan untuk mengembangkan robot dan komputer sehingga mereka jadi lebih natural dan lebih memahami sinyal-sinyal manusia,” tambahnya.

Algoritma Mesin Seni

Dikembangkan oleh University of South Australia yang bekerja sama dengan University of Stuttgart, Flinders University, dan Max Planck Institute for Informatics, para ilmuwan menggunakan ‘algoritma pembelajaran dan mesin seni’ untuk mendemonstrasikan kaitan antara kepribadian dengan gerakan mata.

Ilustrasi: Pemindaian mata
Ilustrasi: Pemindaian mata ()

Dr. Loetscher mengatakan, penemuan ini menyediakan jembatan penting antara studi laboratorium yang terkontrol dengan studi pergerakan mata di lingkungan yang sesungguhnya.

“Penelitian ini telah melacak dan mengukur perilaku visual orang-orang saat melakukan tugas sehari-hari. Responsnya lebih alami dibanding yang dilakukan di laboratorium.

“Dan berkat pendekatan pembelajaran mesin, kami juga berhasil mengungkap karakteristik gerakan mata untuk memprediksi kepribadian tertentu. Ini menggambarkan pola perilaku, pemikiran, dan perasaan individu,” papar dr. Loetscher.

Studi yang dipublikasikan pada jurnal Frontiers in Human Neuroscience, menemukan fakta bahwa orang-orang dengan ciri kepribadian yang sama cenderung menggerakan matanya ke arah yang sama pula.

Selain itu, orang-orang yang terlalu gelisah mengedipkan matanya lebih cepat.

Sementara mereka yang terbuka dengan pengalaman baru, menggerakan matanya dari sisi ke sisi. Dan orang-orang yang memiliki tingkat kesadaran tinggi memiliki fluktuasi pada ukuran pupilnya. (Gita Laras/NGI)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved