Bantul

India dan Malaysia Ikut dalam Ajang Festival Layang-layang di Pantai Parangkusumo

Selain 54 club asal Indonesia, Festival Layang-layang di Pantai Parangkusumo juga diikuti oleh dua club peserta dari mancanegara.

India dan Malaysia Ikut dalam Ajang Festival Layang-layang di Pantai Parangkusumo
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Peserta festival layang-layang dari negara India dan Malaysia berfoto bersama Bupati Bantul Drs Suharsono. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Selain 54 club asal Indonesia, Festival Layang-layang di Pantai Parangkusumo juga diikuti oleh dua club peserta dari mancanegara.

Dua club mancanegara itu berasal dari India dan Malaysia.

Keduanya sengaja datang dan ikut menerbangkan layang-layang dalam ajang Kite Festival, 6th Annual Nusantara Internasional.

Baca: Festival Layang-layang Nusantara Akan Diikuti oleh Negara Sahabat

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Ir Aris Riyanta mengatakan, festival layang-layang di Pantai Parangkusumo ini memperebutkan Piala Raja HB X dan uang pembinaan sebesar Rp 87 juta.

Festival ini rencananya hanya akan digelar skala nasional. Namun, animo pecinta layang-layang ternyata cukup tinggi dan ada lima negara yang ikut mendaftar menjadi peserta.

Kelima negara itu yakni India, Malaysia Singapura, Pakistan dan Thailand.

Kendati demikian, sebelum acara dimulai, tiga negara secara tiba-tiba membatakan kehadiran, karena mendapat informasi gelombang pantai selatan sedang tinggi.

"Dari mancanegara yang saat ini hadir, ada peserta dari India dan Malaysia," ungkapnya.

Baca: Puluhan Layang-Layang Hiasi Langit Pantai Parangkusumo

Pantauan Tribunjogja.com di lokasi lomba, peserta dari India dan Malaysian telah datang dan sudah menerbangkan layang-layang.

Aris berharap, dengan datangnya peserta dari mancanegara menjadi optimisme tersendiri untuk terus menggeliatkan festival layang-layang dari skala nasional hingga ke kancah dunia internasional.

"Tahun kemarin kita hanya memfasilitasi 45 club dan saat ini yang mendaftar sudah mencapai 54 club. Artinya, festival ini potensial untuk terus dievaluasi, dikembangkan hingga menjadi Festival Layang-layang bertaraf Internasional," paparnya. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved