Suporter Tewas

PSIM : Ingat Kawan, Renungkan, Ini Hanya Sepak Bola

PSIM : Tidak Ada Kemenangan yang Pantas Dibayar Dengan Nyawa. Ingat Kawan, Renungkan, Ini Hanya Sepak Bola

PSIM : Ingat Kawan, Renungkan, Ini Hanya Sepak Bola
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Suasana duka langsung terasa di kediaman Muhammad Iqbal (16) di dusun Balong RT 4, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Jumat (27/7/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Kematian Muhammad Iqbal Setyawan usai menyaksikan laga derby DIY di Stadion Sultan Agung, Bantul pada Kamis(26/7/2018) meninggalkan duka yang mendalam bagi seluruh pecinta sepakbola di tanah air, khususnya PSIM Yogyakarta.

Tim berjuluk Laskar Mataram ini sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa Iqbal hingga meninggal dunia.

Manajemen PSIM pun menyampaikan ucapan duka untuk Iqbal.

Melalui akun Twitter resmi tim, PSIM Yogyakarta  mengirim karangan bunga untuk mendiang Iqbal.

Dalam cuitannya, Laskar Mataram memberi ucapan belasungkawa kepada mendiang sekaligus pesan mendalam.

"Tidak ada kemenangan yang pantas dibayar dengan nyawa. Ingat kawan, renungkan, ini hanya sepak bola."

"Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk saudara Muhammad Iqbal, semoga tenang di sisi-Nya. Amin," tulis PSIM dalam cuitan di akun resminya.

Mendiang Iqbal dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Permata Husada, Bantul, Yogyakarta.

Baca: Iqbal, Remaja Korban Bentrokan setelah Derby DIY Bukan Suporter

Pria yang duduk di bangku kelas 2 SMKN Plered dinyatakan meninggal karena luka patah leher dan adanya lebam di muka sebelah kanan.

Sumber kepolisian yang ikut datang ke rumah duka menyebutkan, Iqbal menjadi korban pengeroyokan.

Meninggalnya mendiang Muhammad Iqbal sempat mengejutkan warga Balong, utamanya Suradi, orangtua korban.

Pasalnya, hingga waktu Isya, Iqbal tak kunjung pulang dan tak memberi kabar jika turut menyaksikan laga PSIM versus PSS. (*)

Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved