Media Australia Kabarkan Washington Akan Gempur Iran dalam Waktu Dekat

AS kemungkinan akan serius menggempur Iran dalam waktu dekat. Target utamanya adalah instalasi penelitian dan pengembangan nuklir

Media Australia Kabarkan Washington Akan Gempur Iran  dalam Waktu Dekat
SputnikNews
Presiden Iran Hassan Rouhani 

TRIBUNJOGJA.COM, CANBERRA - AS kemungkinan akan serius menggempur Iran dalam waktu dekat. Target-target utamanya adalah instalasi penelitian dan pengembangan nuklir yang dimiliki negara itu.

Kabar ini dilansir media Australia, ABC, mengutip sumber di pemerintahan Perdana Menteri Malcom Turnbull. Berita ABC ini dikutip Russian Today, Jumat (27/7/2018). Pengeboman selektif itu mungkin akan melibatkan rudal jelajah, bukan pengiriman jet tempur ke sasaran.

Kabar ini muncul seiring memanasnya perang kata-kata antara elite Washington dan Teheran selama dua pekan terakhir. Iran menyebut jika AS menyeranng mereka, pertempuran akan menjadi "ibu dari segala perang".

(Baca juga: Jenderal Qasim ke Donald Trump : Anda Akan Memulai Perang, Tapi Kami Akan Habisi Kalian Semua !)

Australia merupakan sekutu utama AS, dan masuk aliansi Lima Mata dalam jaringan intelijen global. Fasilitas besar intelijen AS pun ditempatkan di salah satu bagian benua tersebut. AS juga menempatkan pasukan besar di sana.

Aliansi Lima Mata itu menempatkan Australia sebagai bagian penting hegemoni AS di dunia. Jika serangan ke Iran digelar, sudah pasti Australia akan dilibatkan langsung mauppun tak langsung bersama Kanada, Selandia Baru, dan Inggris

Agresifnya manuver AS ini direaksi Komandan Pengawal Republik Iran, Jenderal Qasim Soleimani. Ia menyampaikan pesan kepada Presiden AS Donald Trump, pasukan Iran siap menghadapi konfrontasi AS.

(Baca juga: Tanggapi Ancaman AS, Iran Ancam Tutup Selat Hormuz)

"Anda akan memulai perang, tapi kami akan "menghabisi" kalian semua," kata Soleimani dikutip Sputniknews, Kamis (26/7/2018). Pernyataan ini dikeluarkan Qasim Soleimani merespon perang kata-kata dan ancaman Trump yang akan menyerang Iran.

Sebelumnya, Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz yang strategis jika ekspor minyak negaranya diblokade pihak AS. Ancaman diungkapkan Komandan Pasukan Darat Iran, Brigjen Kiomars Heidari.

Pernyataan Heidari itu dikutip Sputniknews, Selasa (24/7/2018) pagi WIB. Penutupan Selat Hormuz itu menjadi senjata pamungkas Iran untuk mempertahankan kedaulatan negaranya yang diancam oleh Presiden AS Donald Trump.

Perang kata-kata kembali terjadi antara Washington dan Teheran, menyusul pernyataan Presiden Iran Hassan Rouhani yang memperingatkan konsekuensi bagi mereka yang mengancam Iran yang diibaratkan ekor naga.

Trump membalas ancaman itu dengan memperingatkan konsekuensi serius jika Iran terus memprovokasi. Ancaman menutup Selat Hormuz dikutip dari Fars News, juga pernah disampaikan Hassan Rouhani.

"Kami mendukung Presiden Rouhani yang mengancam akan menutup Selat Hormuz, dan Pasukan Darat Iran telah memberi peringatan ini selama bertahun-tahun," kara Heidari. Awal bulan ini, peringatan juga disampaikan Komandan Garda Republik, Mayjen Mohammad Ali Javari.

Selatan Hormuz menjadi urat nadi armada laut maupun kapal dagang serta kapal-kapal tanker minyak dari jazirah Arab. Iran memiliki wilayah yang bersisian dengan selat strategis ini, dan memiliki potensi untuk memblok lalulintas kapal internasional.

Sejak menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran yang diteken pada 2015, Washington terus menekan Iran dengan menuduh kesepakatan nuklir itu justru memberi peluang Iran diam-diam mengembangkan riset senjata nuklir mereka.

Namuan banyak pihak menilai, propaganda AS terkait nuklir Iran ini hanya taktik mengalihkan kekalahan mereka dalam konflik Suriah. Upaya AS itu juga untuk menekan perluasan pengaruh Iran, demi kepentingan Israel dan Arab Saudi.(Tribunjogja.com/Sputniknews/xna)

Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved