Olahraga
Cegah Pelanggaran Perpindahan Atlet, Perbasi Wajibkan Atlet Basket Bergabung di Klub
Cegah Pelanggaran Perpindahan Atlet, Perbasi Wajibkan Atlet Basket Bergabung di Klub
Penulis: ang | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM – Pengurus Daerah (Pengda) Perbasi DIY mewajibkan semua atlet basket di DIY untuk menginduk ke klub basket.
Hal ini menyusul adanya indikasi perpindahan atlet yang tidak sesuai aturan yang berlaku.
Ketua Pengda Perbasi DIY, Yosep Junaidi mengatakan pihaknya hanya mempertegas aturan yang berlaku sesuai dengan AD/ART organisasi.
Yaitu pemain basket harus terdaftar sebagai anggota Perbasi. Namun dalam kenyataannya, aturan tersebut sering terabaikan.
“Untuk teregistrasi sebagai anggota perbasi, atlet harus mendaftar melalui klub yang sudah menginduk ke Perbasi. Kenyataannya saat ini banyak atlet basket yang tidak berklub dan tidak menjadi anggota Perbasi,” ungkapnya, Jumat (27/7/2018).
Baca: PSIM : Ingat Kawan, Renungkan, Ini Hanya Sepak Bola
Menurutnya dalam kasus di DIY, banyak atlet basket yang muncul dari sekolah basket dan sekolah formal yang memiliki talenta. Namun tidak tercatat sebagai anggota Perbasi lantaran belum menginduk kepada klub resmi.
“Setiap atlet yang bergelut di basket harus berinduk di klub dan tidak bisa berinduk pada sekolah seperti yang saat ini banyak terjadi. Tapi saat ini banyak atlet liar karena tidak diketahui dari mana tempatnya berlatih. Padahal banyak juga yang berprestasi,” katanya.
Hal ini sangat disayangkan lantaran sang atlet dapat dikenai sanksi adminitrasi saat berlaga di kompetisi resmi lantaran tidak sesuai dengan AD/ART yang berlaku seperti skorsing larangan bermain.
Junaidi menjelaskan kondisi ini sangat merugikan bukan hanya untuk atlet namun juga Pengda sebagai pembina atlet. (tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tim-basket-putri-ugm-gagal-pertahankan-gelar-lima-basketball-regional-jateng-diy_20180724_155903.jpg)