Gerhana Bulan Total 'Blood Moon' - Ini Sejumlah Amalan Mulia yang Dianjurkan saat Terjadi Gerhana

Gerhana Bulan total Blood Moon terlama abad ini, akan terjadi Sabtu (28/7/2018) dini hari.

Gerhana Bulan Total 'Blood Moon' - Ini Sejumlah Amalan Mulia yang Dianjurkan saat Terjadi Gerhana
stv.tv
Ilustrasi Gerhana Bulan total Blood Moon 

TRIBUNJOGJA.COM - Gerhana Bulan total Blood Moon terlama abad ini, akan terjadi Sabtu (28/7/2018) dini hari.

Pada saat gerhana terjadi, umat Islam dianjurkan untuk melakukan sejumlah amalan mulia.

Gerhana yang terjadi, baik itu Bulan ataupun Matahari, merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.

Oleh karena saat melihatnya, umat Islam dianjurkan untuk berdoa, bertakbir, shalat (sesuai KBBI salat) dan bersedekah.

Baca: Setelah Gerhana Bulan Total Blood Moon, 2 Peristiwa Astronomi Ini Akan Terjadi di Bulan Agustus

Ini sesuai dengan hadits berikut:

عن عائشة رضي الله عنها أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «إن الشمس والقمر آيتان من آيات الله، لا ينخسفان لموت أحد ولا لحياته، فإذا رأيتم ذلك فادعوا الله، وكبروا، وصلوا، وتصدقوا» . (رواه البخاري:1044)

“Sungguh, matahari dan rembulan adalah dua di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Ia tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, dan bershalatlah, serta bersedekahlah!” (HR. Al-Bukhari, No. 1044, dan Muslim, no. 901)

Baca: Gerhana Bulan Total Blood Moon 28 Juli 2018, Begini Detik-detik dan Proses Terjadinya Gerhana

Umat Islam juga dianjurkan untuk banyak berzikir saat terjadi gerhana.

TribunJogja.com kutip dari NU Online, Imam Nawawi dalam Syarah Muhadzzab menjelaskan secara lebih mendalam tentang anjuran tersebut dan bagaimana pelaksanaan shalat gerhana:

الشَّرْحُ) حَدِيثُ عَائِشَةَ رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ وَاتَّفَقَتْ نُصُوصُ الشَّافِعِيِّ وَالْأَصْحَابِ عَلَى اسْتِحْبَابِ خُطْبَتَيْنِ بَعْدَ صَلَاةِ الْكُسُوفِ وَهُمَا سُنَّةٌ لَيْسَا شَرْطًا لِصِحَّةِ الصَّلَاةِ قَالَ أَصْحَابُنَا وَصِفَتُهُمَا كَخُطْبَتَيْ الْجُمُعَةِ فِي الْأَرْكَانِ وَالشُّرُوطِ وَغَيْرِهِمَا سَوَاءٌ صَلَّاهَا جَمَاعَةٌ فِي مِصْرٍ أَوْ قَرْيَةٍ أَوْ صَلَّاهَا الْمُسَافِرُونَ فِي الصَّحْرَاءِ وَأَهْلُ الْبَادِيَةِ وَلَا يَخْطُبُ مَنْ صَلَّاهَا مُنْفَرِدًا وَيَحُثُّهُمْ فِي هَذِهِ الْخُطْبَةِ عَلَى التَّوْبَةِ مِنْ الْمَعَاصِي وَعَلَى فِعْلِ الْخَيْرِ وَالصَّدَقَةِ وَالْعَتَاقَةِ وَيُحَذِّرُهُمْ الْغَفْلَةَ وَالِاغْتِرَارَ وَيَأْمُرُهُمْ بِإِكْثَارِ الدُّعَاءِ وَالِاسْتِغْفَارِ وَالذِّكْرِ

Artinya, “(Penjelasan) hadits Aisyah RA yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dan nash Imam Syafi’i serta pengikutnya sepakat pada kesunahan dua khutbah setelah shalat gerhana, dan dua khutbah sunah itu bukanlah syarat sahnya shalat. Ashab kami berkata, ‘Dua khutbah ini sama dengan khutbah Jumat dalam rukun, syarat dan selainnya, sama saja entah dilaksanakan berjamaah di kota besar maupun di desa, atau musafir di padang pasir maupun di perkampungan. Sedangkan orang yang shalat sendiri tidak perlu melakukan khutbah. Khatib dalam khutbah ini menganjurkan jamaah untuk bertobat dari maksiat, mengerjakan kebaikan, bersedekah, membebaskan budak, mengingatkan mereka dari kelalaian dan tipu daya, serta memerintahkan mereka untuk memperbanyak doa, meminta ampunan dan zikir,’” (Lihat Imam An-Nawawi, Syarah Muhadzzab, Beirut, Darul Fikr, juz V, halaman 53).

Baca: Gerhana Bulan Total Blood Moon 28 Juli 2018, Fenomena Serupa Baru akan Terjadi 104 Tahun Lagi

Baca: Live Streaming Detik-detik Gerhana Bulan Total Blood Moon Bisa Disaksikan Melalui Tautan Ini

Dari sejumlah penjelasan tersebut, maka amalan yang sangat dianjurkan saat terjadi gerhana adalah berdoa, bertakbir, shalat, bersedekah, tobat, mengerjakan kebaikan, mengingatkan dari kelalaian, serta membebaskan budak (zaman sekarang tidak ada).

Namun, tidak ada doa khusus yang harus dibaca saat terjadi gerhana. (tribunjogja.com/berbagai sumber)

Penulis: say
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved