Bisnis

Astra Isuzu Yogya Gandeng Palapa Wijaya Gelar 'Training Driver'

Acara ini sekaligus merupakan ajang silaturahmi dan mendekatkan diri antara kedua belah pihak.

Astra Isuzu Yogya Gandeng Palapa Wijaya Gelar 'Training Driver'
IST
Suasana kegiatan training driver yang diadakan Isuzu Astra Yogyakarta bekerjasama dengan Palapa Wijaya, yang bertempat di Kampoeng Mantraman, Rabu (25/7/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Astra Isuzu Yogyakarta bekerjasama dengan Paguyuban Pelaku Angkutan Pariwisata Wilayah Yogyakarta (Palapa Wijaya) melakukan training driver kepada para anggota Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY di Kampoeng Mataraman, Rabu (25/7/2018).

Supervisor Astra Isuzu Yogyakarta, Candra Wibawa mengatakan, acara ini sekaligus merupakan ajang silaturahmi dan mendekatkan diri antara kedua belah pihak.

"Terlebih lagi secara teknis akan memberikan gambaran pelatihan pada driver Organda pariwisata suapaya bisa melakukan maintenance ringan terhadap kendaraannya, bisa mengoptimalkan penggunaan kendaraan tersebut sehingga bisa efisien," ujarnya.

Baca: Isuzu World Premier untuk Isuzu Traga di Indonesia

Ia melanjutkan, saat ini dari sekitar 40-50 anggota Organda yang terdapat di DIY, hampir 100% dari mereka mempercayakan produk Astra Isuzu yakni NQR 71 EC sebagai moda untuk menjalankan usahanya.

"Karena dibandingkan dengan kompetitor, tipe ini memiliki efisiensi yang tinggi, baik itu sisi cost bahan bakar dan cost maintenancenya. Terlebih lagi dengan tersebarnya diler Isuzu Astra di seluruh Indonesia akan memudahkan mereka jika ada kendala di perjalanan nantinya," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Organda DIY, V Hantoro menyambut baik acara ini, karena menurutnya kegiatan ini penting bagi berbagai pihak baik itu pelaku usaha, driver, dan co-driver.

"Karena apa, paling tidak jika terjadi kendala di jalan bisa untuk mengatasinya secara mandiri," jelasnya.

Baca: Organda DIY Minta Kejelasan Terkait Permenhub 108/2017

Lebih lanjut ia menerangkan, bahwa kegiatan ini juga dapat mengetahui bagaimana sebenarnya standar produk dari Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) untuk perawatan, efisiensi dan ketahanan kendaraan.

Saat ini, ada lebih dari 60 perusahan angkutan pariwisata yang ada di DIY dan dari jumlah tersebut hanya separuh yang aktif yakni sekitar 30-35.

"Kedepannya akan kita dorong bagaimana supaya semuanya aktif dan bersedia mengikuti kegiatan-kegiatan positif ini," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved