Ibadah Haji 2018

5 Orang Jemaah Haji asal Indonesia Dilaporkan Meninggal Dunia di Tanah Suci

Hingga Selasa (24/7/2018) Lima jemaah haji asal Indonesia dilaporkan meninggal di Tanah Suci

5 Orang Jemaah Haji asal Indonesia Dilaporkan Meninggal Dunia di Tanah Suci
TRIBUNNEWS/HENDRA GUNAWAN
Ilustrasi jemaah haji 

TRIBUNJOGJA.COM - Hingga tujuh hari sejak kedatangan kloter pertama jemaah haji asal Indonesia di Tanah Suci, lima orang jemaah haji dilaporkan telah wafat.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Indro Murwoko, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tribunjogja.com, Rabu (25/7/2018).

Identitas jemaah haji Indonesia yang meninggal yakni Sukardi Ratmo Diharjo (59), jemaah haji kloter 1 embarkasi Jakarta meninggal dunia saat sujud salat Asar di Masjid Nabawi pada Rabu (18/07/2018).

Kedua, Hadia Daeng Saming (73), yang tergabung dalam kloter 5 embarkasi Makassar, wafat sesaat setelah mendarat di Bandara Ammir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah, Jumat (20/7/2018) pekan lalu. Ia terbang dengan maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-1203.

Ketiga, Ade Akum Dachyudi (67), yang beralamat di Jalan Sekelimus, Batununggal, Bandung.

“Ade dinyatakan meninggal pada Senin (23/07) kemarin Pukul 04.18 WAS. Ia meninggal saat berada di Masjid Nabawi,” kata Indro.

Keempat, Sunarto Sueb Sahad (57) dari Kloter 15-SOC meninggal pada Senin (23/07) kemarin Pukul 18.15 WAS.

Menurut data Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang ditandatangani dr. Dwi Andi Prasetyo, penyebab kematian jemaah asal Bumiayu, Brebes, ini adalah Cardiovascular Disease (CVD) atau berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.

Dan yang kelima, Siti Aminah Rasyip (57) asal Tegalsari, Batang, Jawa Tengah, jemaah kloter 5-SOC.

“Meninggal Selasa (24/07/2018) pagi WAS karena penyakit komplikasi hipertensi yang dideritanya,” kata Indro.

Hingga Selasa (24/07/2018 ) sore waktu setempat, sebanyak 118 kloter atau 47.610 jemaah telah mendarat di Bandara Ammir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah.

Prosedur Pemakaman

Konsul Jenderal (Konjen) RI di Jeddah, Moh Hery Saripuddin, saat menyambangi kantor Daker Mekkah kemarin menjelaskan, prosedur pertama yang dilakukan untuk mengurus jenazah jemaah yakni dimulai saat otoritas kesehatan Saudi menerbitkan certficate of death (COD), maka Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) akan meneruskan surat pemakaman kepada Kepala Daker setempat.

“Kadaker yang nanti akan mengirim surat ke KJRI, jika ingin dimakamkan di sini, maka kami akan minta persetujuan ahli waris dari Indonesia,” ungkap Hery.

"Kita kerja sama dengan pihak terkait soal pemakaman jemaah yang meninggal," ujar Hery. (*/Bramma Aji Putra, MCH Daker Makkah)

Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved