Internasional

Tanggapi Ancaman AS, Iran Ancam Tutup Selat Hormuz

Tanggapi Ancaman AS, Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Yang Menjadi Jalur Minyak dari Jazirah Arab.

Tanggapi Ancaman AS, Iran Ancam Tutup Selat Hormuz
Istimewa
Selat Hormuz 

TRIBUNJOGJA.COM - Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz yang strategis jika ekspor minyak negaranya diblokade pihak AS.

Ancaman diungkapkan Komandan Pasukan Darat Iran, Brigjen Kiomars Heidari.

Pernyataan Heidari itu dikutip Sputniknews, Selasa (24/7/2018) pagi WIB.

Penutupan Selat Hormuz itu menjadi senjata pamungkas Iran untuk mempertahankan kedaulatan negaranya yang diancam oleh Presiden AS Donald Trump.

Perang kata-kata kembali terjadi antara Washington dan Teheran, menyusul pernyataan Presiden Iran Hassan Rouhani yang memperingatkan konsekuensi bagi mereka yang mengancam Iran yang diibaratkan ekor naga.

Trump membalas ancaman itu dengan memperingatkan konsekuensi serius jika Iran terus memprovokasi.

Baca: Bursa Transfer Pemain Juli 2018, 10 Transfer Pesepakbola yang Mungkin Kamu Lewatkan

Ancaman menutup Selat Hormuz dikutip dari Fars News, juga pernah disampaikan Hassan Rouhani.

"Kami mendukung Presiden Rouhani yang mengancam akan menutup Selat Hormuz, dan Pasukan Darat Iran telah memberi peringatan ini selama bertahun-tahun," kara Heidari. Awal bulan ini, peringatan juga disampaikan Komandan Garda Republik, Mayjen Mohammad Ali Javari.

Selatan Hormuz menjadi urat nadi armada laut maupun kapal dagang serta kapal-kapal tanker minyak dari jazirah Arab. Iran memiliki wilayah yang bersisian dengan selat strategis ini, dan memiliki potensi untuk memblok lalulintas kapal internasional.

Meski diblokade AS, Iran memiliki hubungan baik dengan negara-negara Uni Eropa meski situasinya pasang surut. Ekspor minyak mereka masih berjalan dengan pintu keluar masuk di Selat Hormuz ini.

Sejak menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran yang diteken pada 2015, Washington terus menekan Iran dengan menuduh kesepakatan nuklir itu justru memberi peluang Iran diam-diam mengembangkan riset senjata nuklir mereka.

Namuan banyak pihak menilai, propaganda AS terkait nuklir Iran ini hanya taktik mengalihkan kekalahan mereka dalam konflik Suriah.

Upaya AS itu juga untuk menekan perluasan pengaruh Iran, demi kepentingan Israel dan Arab Saudi.(Tribunjogja.com/Sputniknews/xna)

Penulis: xna
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved