Kulonprogo

Gelombang Tinggi Ancam Telur Penyu di Pantai Trisik

Pengelola pusat konservasi penyu di Pantai Trisik, Kecamatan Galur memasang tanggul dari karung berisi pasir di sekeliling areanya.

Gelombang Tinggi Ancam Telur Penyu di Pantai Trisik
IST
Pengelola pusat konservasi penyu di Pantai Trisik, Kecamatan Galur memasang tanggul dari karung berisi pasir di sekeliling areanya. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan telur satwa langka tersebut dari terjangan ombak laut selatan yang sedang meninggi belakangan ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pengelola pusat konservasi penyu di Pantai Trisik, Kecamatan Galur memasang tanggul dari karung berisi pasir di sekeliling areanya.

Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan telur satwa langka itu dari terjangan ombak laut selatan yang sedang meninggi belakangan ini.

Informasi dihimpun, pada Senin (23/7/2018) pagi, gelombang pasang diketahui telah naik ke daratan hingga jarak 200 meter dari bibir pantai wilayah tersebut.

Hal itu menyebabkan laguna, kolam renang wisata, dan tambak milik warga di kawasan itu rusak.

Untungnya, perahu-perahu telah ditambatkan sehingga tidak rusak atau terhanyut.

Baca: Laguna Pantai Trisik Diusulkan untuk Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Kulonprogo

Ada sekitar 10 sarang yang saat ini masih ada di dalam kolam penetasan di area konservasi itu.

Di tiap sarang biasanya ada sekitar 100 butir telur yang tinggal menunggu waktu menetas.

Meski ada tembok beton, pengelola tetap khawatir telur-telur itu kena terjangan air laut.

"Kalau tersentuh air laut, telur bisa gagal menetas. Maka itu kami bikin tanggul dari karung berisi pasir untuk menahan air laut yang masuk ke daratan," kata Ketua Kelompok Konservasi Penyu Abadi Trisik, Joko Samudro.

Gelombang tinggi disebutnya sempat beberapa kali menerjang daratan dan masuk ke rumah warga dekat lokasi konservasi.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved