Pendidikan

Empat Tim dari Unisa Lolos PKM 2018

Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta berhasil meloloskan empat tim mahasiswanya dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2018 ini.

Empat Tim dari Unisa Lolos PKM 2018
IST
Salah satu tim mahasiswa Unisa, yakni yang berasal dari prodi D4 Bidan Pendidik menunjukan inovasi mereka berupa Korsimu 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta berhasil meloloskan empat tim mahasiswanya dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2018 ini.

Keempat tim ini berasal dari kategori dan program studi yang berbeda dan masing-masing punya keunikan dan keunggalannya sendiri, seperti prodi D3 Radiologi, D4 Analis Kesehatan, S1 Manajemen, dan D4 Bidan Pendidik.

Keempat tim ini telah melakukan penelitian dan menciptakan inovasi yang bermanfaat. Seperti tim Prodi D4 Analis Kesehatan mereka lolos ke PKM kewirausahaan dengan menghasilkan karya mereka berupa D`Lips (Dragon Lipgloss), komestik pelembab bibir yang mempunyai keunikan karena bahannya yang berasal dari kulit buah naga.

Risna Irawati selaku ketua tim mengungkapkan alasan memilih bahan dari kulit buah naga berawal dari kepedulian maraknya penggunaan kosmetik dan kepedulian terhadap konsumen atas dampak yang ditimbulkan dari penggunaan bahan berbahaya pada campuran kosmetik.

Baca: UNISA Yogyakarta Terus Berupaya Mencetak SDM Unggul di Bidang Kesehatan untuk RS Syariah

"Limbah kulit buah naga dipilih karena didalamnya mengandung antioksidan, vitamin e dan vitamin c," ujarnya Selasa (24/7/2018).

Sementara dari prodi D4 Bidan Pendidik berhasil lolos di PKM-KC, inovasi mereka berupa KORSIMU (Kursi Oksitosin ibu Menyusui). Ermiatun sebagai ketua tim menjelaskan, berawal dari pentingnya memberikan ASI secara eksklusif pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan, maka mereka mengembangkan kursi portable yang dirancang khusus bagi ibu yang sedang menyusui.

Dijelaskanya, di dalam Korsimu terdapat alat gerak menggunakan teknologi baterai,

"Ibu yang sedang menyusui dapat dengan mandiri melakukan pijat oksitosin sehingga dapat meningkatkan dan memperlancar produksi ASI," terangnya.

Lain halnya tim dari D3 Radiologi Unisa yang berhasil lolos di PKM kewirausahaan, mereka menamai produknya dengan nama Sang Gulat (Gula talok penerus gula merah).

Sesuai namanya, bahan baku produk mereka berasal dari buah talok yang mudah ditemukan dibandingkan dengan pohon kelapa.

Halaman
12
Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved