Kulonprogo

Duapuluh Persen Penyandang Disabilitas di DIY Sulit Akses Layanan Kesehatan

Sulitnya mengakses fasilitas dan layanan kesehatan masih dialami sekitar 20 persen penyandang disabilitas di DIY.

Duapuluh Persen Penyandang Disabilitas di DIY Sulit Akses Layanan Kesehatan
Ist
Ilustrasi

Duapuluh Persen Penyandang Disabilitas di DIY Sulit Akses Layanan Kesehatan

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Sulitnya mengakses fasilitas dan layanan kesehatan masih dialami sekitar 20 persen penyandang disabilitas di DIY.

Layanan jemput bola dipandang sebagai solusi terbaik yang menguntungkan para penyandang disabilitas.

Koordinator Pelayanan Jaminan Kesehatan Sosial (Jamkesos) Terpadu, Badan Pelaksana Jamkesos (Bapeljamkesos) DIY, Agus Priyanto mengatakan sekitar 70 persen penyandang disabilitas dalam golongan ekonomi miskin menurut survey World Health Organization (WHO).

Kondisi tersebut, selain juga kendala akses faskes, turut jadi faktor pemicu semakin parahnya penyakit yang dialami para penyandang disabilitas.

Keterbatasan fisik dan ekonomi membuat mereka jarang mendapat pelayanan kesehatan ataupun pemeriksakan kesehatannya.

Maka itu, jemput bola menurutnya perlu dilakukan.

Baca: Kisah Miris Soeharto, Mantan Atlet Disabilitas yang Hidup Memprihatinkan di Masa Tua

"Mau tidak mau kami harus turun ke bawah dengan banyak program supaya akses faskes bisa mereka dapatkan," kata Agus dalam kegiatan Pelayanan Jamkes Khusus (Jamkesus) Terpadu untuk penyandang disabilitas, Selasa (24/7/2018) di kantor Kecamatan Panjatan.

Hingga tengah hari, tercatat ada sekitar 121 penyandang disabilitas dari seluruh wilayah Kulonprogo ikut berpartisipasi memeriksakan kesehatan dalam pelayanan bersifat one stop service di kegiatan tersebut.

Selain dijemput oleh tim, banyak pasien yang datang secara mandiri ke kantor kecamatan.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved