Internasional

Damaskus Bersiap Hadapi "Ibu Segala Pertempuran" di Idlib dan Latakia Utara

Damaskus Bersiap Hadapi "Ibu Segala Pertempuran" di Idlib dan Latakia Utara

Damaskus Bersiap Hadapi
globalmuslim.web.id
Kondisi kota Idlib, Suriah

TRIBUNJOGJA.COM - Pasukan Bersenjata Arab Suriah (SAA) bersiap menggelar serangan dan "ibu segala pertempuran" di Idlib.

Provinsi yang berbatasan dengan Turki saat ini dipenuhi kelompok-kelompok militan bersenjata berbagai faksi.

Persiapan serangan skala penuh ke Idlib dilakukan menyusul sukses Damaskus merebut kembali Provinsi Daraa dan Al Quneitra di selatan. Dua wilayah ini berbatasan dengan Israel di Golan dan Yordania.

Kabar persiapan "mother off all battles" ke Idlib ini diwartakan situs berita Al Masdar News dari Beirut, Lebanon, Selasa (24/7/2018) pagi WIB.

Menurut kabar yang diterima Al Masdar, pasukan khusus Tiger Forces akan bergerak dari Daraa menuju Idlib dalam beberapa pekan ke depan.

Dua target pertama yang akan direbut dan jadi prioritas adalah Al Ghaab Plain dan distrik Jisr Al Shugour. Pasukan Tiger Forces akan meninggalkan wilayah Daraa setelah menumpas benteng kelompok ISIS di Yarmouk Basin.

Baca: Faisal Hussain Diidentifikasi Sebagai Pelaku Penembakan Massal di Kanada

Gempuran dan perebutan kembali Yarmouk Basin didukung pasukan udara Rusia yang membombardir benteng-benteng ISIS menggunakan jet-jet tempur mereka. Di darat, artileri berat diluncurkan Tiger Forces.

Saat Tiger Forces bergerak menuju Idlib, pasukan lain, Garda Republik Suriah dan Divisi Lapis Baja 4 akan bergeser menuju Jabal Tukmen dan Jabal Al Akrad di Latakia. Di wilayah ini masih ada serangan sporadis kelompk-kelompok pemberontak ke instalasi pemerintah dan militer Suriah.

Kedua pasukan besar ini akan mengamankan jalur perbatasan langsung dengan Turki. Di lokasi ini jadi pangkalan dan persembunyian kelompk-kelompok militan bersenjata, termasuk gerombolan takfiri ISIS.

Pertempuran di Idlib dan Latakia diperkirakan akan berlangsung sengit dan sulit, mengingat kelompok-kelompok militan di dua provinsi ini jumlahnya cukup besar dan sangat terlatih.

Mereka juga memiliki persenjataan signifikan, pasokan dari penyokongnya di Turki, Arab, dan barat.

Para kombatan asing dari Afrika Utara, Arab, Asia Tengah, dan petempur dari Eropa dan AS, mendominasi kelompok bersenjata di barat daya Idlib dan Latakia utara.

Suriah dan Rusia diperkirakan akan habis-habisan dalam pertempuran paling dahsyat sepanjang konflik Suriah. (Tribunjogja.com/AMN/xna)

Penulis: xna
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved