Gunungkidul

Warga Playen Gelar Aksi Tuntut Turunnya Harga Gas Elpiji 3 Kg

Demo menuntut penurunan harga gas 3 kg dilakukan oleh beberapa warga playen di SPBU 14 playen, Senin (23/7/2018).

Warga Playen Gelar Aksi Tuntut Turunnya Harga Gas Elpiji 3 Kg
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangariwibowo
Warga playen saat berdemo menuntut turunkan harga elpiji 3kg ke spbu playen pada hari senin, (23/7/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Demo menuntut penurunan harga gas 3 kg dilakukan oleh beberapa warga playen di SPBU 14 playen, Senin (23/7/2018).

Koordinator aksi demo Bayu Widodo mengatakan ia bersama masyarakat Playen harus membeli gas ukuran 3 kilogram dengan harga Rp 17.500 sedangkan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan adalah Rp 15.500.

"Kemarin beli seharga Rp 16.000 lalu dinaikkan menjadi Rp 17.500, kami keberatan dengan kenaikan tersebut," katanya.

Ia mengatakan harga gas 3 gk naik sejak Jumat lalu.

Baca: Alami Kekeringan Parah, Desa Melikan di Gunungkidul Hanya Andalkan Droping Air

"Kami sudah melakukan mediasi dengan pihak SPBU, dan mereka meminta maaf serta akan menurunkan harga ke Rp 16.000," katanya.

Sementara itu Pengawas SPBU, Islamudin Rahmanto mengatakan harga naik karena instruksi dari agen.

"Pengecer dapat jatah 50 persen dari total penjualan dan dari agen disuruh untuk menaikkan harga, tetapi untuk pengguna rumah tangga harga naik Rp 500 rupiah," Katanya.

Ia mengatakan rata-rata harga pangkalan yang lain adalah Rp 17.500, setelah ini pihaknya akan mengevaluasi terkait penjualan.

Baca: Elpiji 3 Kilogram Non Subsidi Mulai Dijual 1 Juli 2018, Berapa Harganya? Begini Jawaban Pertamina

"Setelah ini akan evaluasi harga dan pembeli harus menggunakan KTP. Untuk pengguna rumah tangga maksimal pembelian 2 tabung. Kedepannya pengguna Rp 15.500 pengecer Rp 16.000," katanya.

Terpisah, Kepala Seksi Distribusi dan Perdagangan Disperindag Gunungkidul, Sigit Haryanto mengatakan pangkalan tidak boleh menaikkan harga secara sepihak.

"Pangkalan tidak boleh menaikkan harga lebih dari HET yang telah ditentukkan sebelumnya oleh pemerintah. Kedepan kami akan meninjau terkait masalah ini," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved