Breaking News:

Korban Rudapaksa Dipenjara setelah Melakukan Aborsi

Remaja perempuan tersebut melakukan aborsi dengan dibantu ibunya, di usia kehamilan lebih kurang enam bulan

foxnews
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, MUARA BULIAN - Seorang remaja putri berusia 15 tahun di Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi, divonis penjara enam bulan, setelah melakukan aborsi.

Remaja itu merupakan korban rudapaksa saudara laki-lakinya, yang baru berusia 17 tahun.

Dilaporkan AFP seperti dikutip dari Strait Times, remaja tersebut dijatuhi hukuman penjara pada Kamis (19/7/2018), dalam sebuah sidang tertutup.

"Gadis itu dituntut berdasarkan undang-undang perlindungan anak karena melakukan aborsi," kata juru bicara pengadilan, Listyo Arif Budiman.

Sedangkan saudara laki-lakinya yang melakukan penyerangan seksual terhadap anak di bawah umur, dipenjara dua tahun.

Remaja perempuan tersebut melakukan aborsi dengan dibantu ibunya, di usia kehamilan lebih kurang enam bulan.

Jasad bayi laki-laki yang merupakan anak dari remaja itu, dibuang di sebuah kebun sawit pada Juni lalu,

Sang ibu juga menghadapi hukuman akibat perbuatannya.

Jaksa awalnya meminta agar remaja belasan tahun itu dipenjara selama satu tahun dan pelaku rudapaksa selama tujuh tahun.

Namun, tuntutan itu tak dikabulkan hakim.

Hukum di Indonesia melarang aborsi kecuali wanita berisiko atau dalam kedaan tertentu jika korban dirudapaksa.

Itu pun, usia kehamilan tak lebih dari enam minggu. (*)

Penulis: say
Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved