Breaking News:

Kota Jogja

Becak dan Andong Bakal Dibuatkan Parkiran Khusus di Malioboro

Pihak kontraktor memastikan akan memberikan ruang bagi becak dan andong di Malioboro

TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Minimnya tempat parkir memaksa kusir memarkirkan andongnya di pinggir jalan Malioboro, Kamis (26/4/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proyek revitalisasi yang terus berlangsung di kawasan Malioboro, dipastikan tetap memperhatikan nasib para pengemudi becak dan andong.

Meski jalur lambat di sisi barat telah disulap menjadi pedesterian secara penuh, namun pihak kontraktor memastikan akan memberikan ruang bagi becak dan andong.

Manajer PT F Syukri Balak, selaku kontraktor proyek revitalisasi dan penataan Malioboro, Eri Purnomo, mengatakan bahwa nantinya akan disediakan sejumlah cowakan di sepanjang Jalan Malioboro, yang difungsikan untuk parkir becak dan andong.

"Parkir andong dan becak sudah ada cowakannya, 12 untuk andong, lalu 11 untuk becak. Cukup, atau tidak cukup, karena becaknya kan banyak," katanya.

Ia tidak memungkiri, jumlah cowakan hampir pasti tidak sanggup menampung kendaraan tradisional itu secara keseluruhan.

Karenanya, muncul wacana pembangunan parkiran di eks Monumen KB, di sebelah barat Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali. 

"Rencananya itu (Monumen KB) mau dibongkar, dibangun parkir becak. Fasilitasnya memang tidak banyak. Tapi, nanti bergulir, ada yang parkir di sana, terus ada yang di cowakan pedestrian. Gantian, kira-kira begitu," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Zandaru, menjelaskan bahwa pada wacana awalnya, parkiran di eks Monumen KB akan diperuntukkan bagi andong juga.

Akan tetapi, wacana tersebut akhirnya diurungkan, karena alasan kebersihan, mengingat kotoran dari kuda penarik andong rawan jatuh di lokasi.

Padahal, area tersebut merupakan pintu masuk Malioboro, sehingga diputuskan hanya becak saja.

Sejauh ini, pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, untuk dibuatkan tempat mangkal khusus andong.

Sebab, sama halnya dengan becak, cowakan di sepanjang Malioboro dipastikan tidak cukup menampung. (*)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved