Pendidikan

UGM Meluncurkan Film Sardjito

Film tentang Prof Dr Sardjito ini telah diputar di 19 titik di sembilan daerah di Indonesia sejak 6 Juni kemarin.

UGM Meluncurkan Film Sardjito
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Suasana peluncuran film tentang Prof Dr Sardjito di Balai Senat UGM, Rabu (18/7/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Universitas Gadjah Mada meluncurkan film Sardjito di Balai Senat UGM, Rabu (18/7/2018).

Dua film yang ditayangkan yakni Risalah Sardjito yang diproduksi tahun 2017, dan film terbaru berjudul Sardjito dalam Lukisan Revolusi.

Film tentang Prof Dr Sardjito ini telah diputar di 19 titik di sembilan daerah di Indonesia sejak 6 Juni kemarin.

Baca: UGM Menerima 2.628 Calon Mahasiswa Baru Melalui Jalur Ujian Tulis

Rektor UGM Panut Mulyono menjelaskan cerita ini disiapkan oleh tim arsip UGM yang menggali semua informasi terkati sosok Sardjito semasa hidupnya dengan segela perjuangannya.

Dalam film berjenis dokumenter ini, menceritakan kehidupan Sardjito dari lahir hingga lulus STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen) pada tahun 1951 dan menjadi lulusan terbaik.

Dalam kiprahnya Sardjito turut berjuang dalam revolusi fisik dan memproduksi vaksin di Institut Pasteur, dan menyelamatkan para tentara dan masyarakat dari berbagai penyakit.

Saat peristiwa Bandung Lautan Api, ia menyelamatkan vaksin-vaksin itu dengan cara menyuntikkan ke kerbau, dan kemudian kerbau-kerbau itu dibawa dari Bandung ke Klaten untuk kemudian diambil kembali melalui limpa kerbau.

"Kami berharap dengan film ini maka perjuangan, kreatifitasnya sebagai ilmuan, pahlawan, pendidik bisa kita ketahui dan bisa diteladani oleh generasi penerus bangsa ini," terangnya pada Tribunjogja.com.

Dalam dunia pendidikan, Sardjito juga berjasa dengan menggagas pengabdian masyarakat ke dalam Tri Dharma perguruan tinggi dan menjabat sebagai rektor pertama UGM.

"Beliau adalah rektor pertama yang patut kita teladani agar kita teguh dalam pendirian, dan memiliki semangat juang. Dengan mengetahui perjuanganya, maka akan menginspirasi kita betapa dia dalam kondisi sulit mampu mengabdikan hidup untuk kepentingan bangsa," tambahnya.

Dalam kesempatan itu Panut juga menekankan bahwa pemutaran film kali ini tidak ada sangkut pautnya dengan pengusulan Sardjito sebagai pahlawan nasional.

Halaman
12
Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved