Pendidikan

Ratusan Siswa SD Joannes Bosco Berhamburan Menyelamatkan Diri dalam Simulasi Bencana

Mendengar sirine berbunyi, para siswa langsung sigap untuk bersembunyi di bawah meja sambil menunggu aba-aba dari guru mereka untuk keluar kelas

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Sejumlah murid mengikuti simulasi bencana gempa bumi dan puting beliung di SD Joannes Bosco, Yogyakarta, Kamis (19/7). Simulasi bencana dilakukan dengan tujuan pembelajaran siaga bencana. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 420 siswa SD Joannes Bosco berhamburan lari keluar dari kelas menuju lapangan tengah ketika sirine berbunyi pada Kamis (19/7/2018) siang.

Mendengar sirine berbunyi, para siswa langsung sigap untuk bersembunyi di bawah meja sambil menunggu aba-aba dari guru mereka untuk keluar kelas.

Saat itu pula para guru mencoba untuk menenangkan para siswa agar tidak panik serta meminta siswa membawa tas ransel mereka untuk menutup kepala.

"Jangan panik, jangan panik. Tas dibawa. Keluar satu-satu menuju lapangan," teriak seorang guru yang kala itu berada di dalam kelas.

Baca: BPBD DIY Gelar Simulasi Bencana Gempa Bumi di Sosromenduran

Ada beberapa yang siswa tampak panik saat berhamburan menuju lapangan sambil menutupi kepala mereka menggunakan tas ransel dalam simulasi bencana gempa bumi dan puting beliung.

Seperti Orel (11) siswa kelas VI ini mengaku sedikit panik ketika simulasi bencana tersebut berlangsung.

"Sempat bingung harus ngapain, jadi aku nunggu arahan dari guru," kata Orel.

Sementara itu, siswa lainnya mengaku sama sekali tak panik ketika sirine berbunyi.

"Ngapain harus panik? Kata guru jangan panik kalau ada gempa bumi. Selamatkan diri dengan menutup kepala pakai tas. Kan aku nggak dari kelas, jadi nggak bawa tas trus ngelindungin kepalanya pakai tangan," ujar Penji.

Kemudian disaat itu pula para siswa yang menjadi petugas kesehatan di sekolah langsung sigap mencari teman mereka jika ada yang terluka.

Baca: PLN Gelar Simulasi Penanganan Bencana Alam 

Simulasi bencana kali ini sekolah bekerjasama dengan Yakkum Emergency Unit (YEU) dan Disaster Oasis yang merupakan upaya sekolah untuk mempersiapkan sebagai sekolah siaga bencana.

Kepala SD Joannes Bosco Tri Indartanta menyampaikan, simulasi ini untuk memberikan pengetahuan kepada siswa dan guru bagaimana harus bertindak jika terjadi bencana alam.

"Harapannya para siswa tanggap terhadap bencana sehingga bisa menyelamatkan diri sendiri dan orang lain," ujar Tri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved