Breaking News:

Liga Indonesia

Kalteng Putra Tak Puas dengan Kekalahan atas PSIM

Asisten Pelatih Kalteng Putra, Bambang Sumantri tampak tak puas dengan kekalahan timnya atas tuan rumah PSIM Yogya 0-2

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Pelatih Kalteng Putra, Kas Hartadi (topi biru) masuk ke lapangan dan melakukan protes keras kepada wasit Sigit Budiyanto sesuai laga lawan PSIM Yogya berakhir, Kamis (19/7/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Asisten Pelatih Kalteng Putra, Bambang Sumantri tampak tak puas dengan kekalahan timnya atas tuan rumah PSIM Yogya 0-2 pada pertandingan pekan ke-9 Liga 2 2018 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (19/7/2018).

Memang, pada akhir pertandingan sempat terjadi kericuhan setelah pelatih Kalteng Putra, Kas Hartadi yang tampak emosional masuk kelapangan, mengejar wasit, seraya melakukan protes keras.

Beruntung, kericuhan tidak semakin melebar setelah wasit mendapat pengawalan dari petugas keamanan dan panitia pelaksana pertandingan.

Baca: PSIM Yogya Gasak Kalteng Putra, Hendika Arga dkk Pangkas Selisih Poin

"Pertandingan babak pertama sangat enak dilihat, tapi pada babak kedua ada faktor non-teknis yang membuat tensi pertandingan tinggi," kata Bambang Sumantri usai pertandingan.

Lebih lanjut, ia merasa pada pertandingan tersebut timnya 'dikerjai' pengadil pertandingan lantaran keputusan yang banyak merugikan timnya.

"Ini juga pelajaran bagi kami, setelah dari Blitar United kita di Yogya juga dikerjai disini, tapi inilah sepakbola Indonesia. Saya tidak menyebutkan siapa saja, tapi buat instropeksi kami sendiri," kata Bambang.

"Semua orang pasti tahu, tidak perlu saya sebutkan orangnya. Menghalalkan segala cara untuk memenangkan pertandingan," imbuhnya.

Diakuinya, dua laga tandang terakhir timnya selalu dirugikan oleh kepemimpinan wasit yang menguntungkan tuan rumah.

Baca: Gol Ismail Haris Bawa PSIM Yogya Unggul Sementara dari Kalteng Putra

"Akhir putaran pertama ini persaingan sangat ketat sekali. Secara evaluasi keseluruhan ini menjadi tanggung jawab saya sebagai pelatih, terutama evalusi dua perandingan tandang ini. Kami terkuras tenaga secara non-teknis bukan lagi teknis," ungkapnya.

Sementara itu, pemain Kalteng Putra, Firman Utina, mengaku hasil ini sebelumnya memang sudah ia dan timnya prediksi.

"Pertandingan ini sudah kami prediksi bagaimana meracik strategi, karena kita tahu PSIM punya pemain yang berkualitas, pemain muda yang baik dan juga pelatih yang bagus," ungkap mantan gelandang Timnas ini.

"Tapi yang sungguh disesalkan sore hari ini adalah di luar taktik yang kami prediksi, saya rasa kalau kita bermain secara fair PSIM punya tim yang berkualitas, dan cara bermain yang juga bagus. Ini yang kami harapkan sebenarnya, mendapat pemain yang bagus untuk menunjang tim nasional kita, tapi riil saya harus katakan ini untuk kemajuan sepakbola Indonesia," bebernya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved