Kabar Terbaru Kondisi Survivor Gua Tham Luang Thailand
Setengah bulan berada di dalam gua, anak-anak itu kehilangan lima kilogram berat badannya.
TRIBUNJOGJA.COM, CHIANG RAI - Kondisi kesehatan 12 anak di Thailand, yang berhasil diselamatkan dari gua Tham Luang, kini sudah membaik, baik secara fisik atau mental.
Mereka dijadwalkan luar dari rumah sakit (RS) pada Kamis (19/7/2018)..
"Kami perlu mempersiapkan anak-anak dan keluarga mereka untuk perhatian yang akan mereka terima ketika mereka ke luar," kata Menteri Kesehatan Thailand Piyasakol Sakolsatayadorn, seperti dilaporkan Reuters via Strait Times.
Saat menggelar jumpa pers, Menteri Piyasakol memutarkan sebuah video kondisi tim sepak bola remaja itu.
“Saya dalam keadaan sehat sekarang. Terima kasih sudah menyelamatkan saya” kata seorang anak bernama Nick (14).
Setengah bulan berada di dalam gua, anak-anak itu kehilangan lima kilogram berat badannya.
Namun setelah mendapatkan perawatan, berat badan mereka kembali naik.
Melalui video tersebut, anak-anak itu mengungkapkan makanan apa yang ingin mereka santap.
“Saya ingin nasi babi crispy dan daging babi panggang,” kata bocah bernama Pipat Photi (15).
“Saya ingin nasi kacang babi. Terima kasih semua atas dukungan moralnya," kata Duangpetch Promtep (13.
Adul Sam-on (14), satu-satunya survivor yang bisa berbahasa Inggris ingin makan KFC sepulangnya dari RS.
Pemerintah Thailand mengingatkan pada keluarga dan orang-orang terdekat survivor, agar menjaga mereka dari perhatian lebih yang mungkin akan mereka terima setelah ini.
Pasalnya, kasus mereka telah diketahui secara luas.
Baca: Kisah Dokter Harry Evakuasi 12 Anak Thailand dari Gua Sekaligus Kehilangan Sang Ayah
Baca: Semua Korban Terjebak di Gua Thailand Akhirnya Berhasil Dievakuasi
Untuk diketahui ,12 anak dan satu pelatih sepak bola hilang pada 23 Juni 2018 di gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand Utara, saat hendak menyisir gua selama satu jam.
Banjir yang tiba-tiba datang memaksa mereka untuk mencari tempat berlindung, yang membuat mereka masuk semakin jauh ke relung gua.
Keberadaan mereka diketahui pertama kali dua penyelam profesional Inggris, pada 2 Juli 2018.
Operasi penyelamatan yang dilakukan dua hari berhasil menyelamatkan para korban.
Namun dalam operasi tersebut, seorang pensiunan Angkatan Laut Thailand bernama Saman Kunan kehilangan nyawa karena kehabisan oksigen, saat menyiapkan peralatan untuk operasi penyelamatan. (tribunjogja.com/say)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kabar-terbaru-kondisi-survivor-gua-tham-luang-thailand_20180715_155434.jpg)