Penangkapan Teroris di Yogyakarta

Dua Terduga Teroris Ditembak Karena Melakukan Perlawanan Terhadap Polisi

Sebelumnya ternyata telah terjadi aksi saling kejar, hingga akhirnya sepeda motor yang dikendarai dua orang tersebut terjatuh

Penulis: rid | Editor: Ari Nugroho
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Seorang anggota inafis menunjuk lokasi kejadian aksi pelumpuhan terduga teroris di Jalan Kaliurang Km 9.5 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Baku tembak antara Tim Densus dengan dua orang terduga teroris di Jalan Kaliurang kilometer 10, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman kemarin Sabtu, (14/7/2018) terjadi bukan tanpa alasan.

Bahkan, sebelumnya ternyata telah terjadi aksi saling kejar, hingga akhirnya sepeda motor yang dikendarai dua orang tersebut terjatuh dan berujung pada perlawanan terhadap Tim Densus.

Mateus Purwadi (62), Satlinmas Kecamatan Ngaglik sekaligus salah satu saksi mata mengatakan, bahwa semula ia mendengar suara keras layaknya kendaraan yang bertabrakan sekitat jam 5 sore.

Karena saat itu Purwadi tengah berjaga di Kantor Kecamatan Ngaglik, ia langsung berniat mendatangi asal suara tersebut untuk memastikannya.

Baca: Rumah Warga yang Disandera Terduga Teroris Alami Kerusakan

"Kemarin (Sabtu) itu pas ngobrol-ngobrol sempat lihat ada motor melaju dari arah utara dan tiba-tiba dengar suara motor ambruk, mau saya datangi dan tolong karena tak kira tabrakan. Tapi kok yang jatuh itu bawa pedang sama banyak orang pakai penutup muka mengepung dua orang itu," katanya, Minggu (15/7/2018).

Diungkapkannya pula, dua orang tersebut terjatuh di depan sebuah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang berada di seberang Kantor Kecamatan Ngaglik.

Menurutnya, dua orang yang ternyata terduga teroris ada dua orang, di mana salah satunya berpostur jangkung dan berperan sebagai joki, sedangkan yang berpostur pendek sebagai pembonceng.

Menurutnya, setelah terjatuh dua orang tersebut langsung berdiri dan terlibat cekcok dilanjutkan perlawanan terhadap Tim Densus.

"Yang jangkung itu pakai helem dan bawa pedang. Sempat ada tembakan peringatan dan disuruh menyerah, tapi yang jangkung melawan dan malah mbacok Polisi, lalu di dor di depan ATM. Yang pendek berusaha merebut pistol Polisi, dan ditembak sekali lalu mau lari terus jatuh di depan warung sate kambing," ujarnya.

Baca: Saksi Mata Lihat Terduga Teroris Sempat Melarikan Diri Sebelum Dilumpuhkan

Selain itu, karena terjadi baku tembak lalu ia menutup gerbang dan masuk ke dalam Kantor Kecamatan sesuai instruksi Tim Densus.

Tidak hanya itu saja, karena baku tembak tersebut memancing perhatian warga dan banyak warga yang berusaha mendatangi lokasi kejadian.

Karenanya, Purwadi turut mengamankan jalur menuju ke lokasi kejadian, menurutnya pengamanan dari Polisi sangat ketat, bahkan beberapa orang yang hendak mendekat apalagi mengambil foto dilarang oleh Tim Densus.

"Kalau suara tembakan saya dengar berulang kali. Yang jangkung bawa pedang itu sempat ditembak tiga kali tidak roboh, tapi ditembak lagi dan akhirnya roboh," ucapnya.

Ditambahkannya, setelah dua terduga teroris berhasil dilumpuhkan dengan beberapa tembakan oleh Tim Densus, dua jenazah yang berada di tengah jalan itu tidak langsung dibawa oleh ambulans.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved