Relokasi Badak Hitam

Pemerintah Kenya Tunda Relokasi Setelah Delapan Ekor Badak Hitam Mati di Lokasi Baru

Pemerintah Kenya Tunda Relokasi Setelah Delapan Ekor Badak Hitam Mati di Lokasi Baru

Pemerintah Kenya Tunda Relokasi Setelah Delapan Ekor Badak Hitam Mati di Lokasi Baru
AFP/TONY KARUMBA via Kompas.com
Seekor badak hitam betina ini adalah salah satu yang akan dipindahkan ke lokasi baru dari Taman Nasional Nairobi pada 26 Juni 2018. 

TRIBUNJOGJA.COM - Upaya pemindahan badan hitam ke suaka margasatwa baru di wilayah selatan Kenya tidak berjalan mulus.

Delapan ekor badak yang sudah dipindahkan ke tempat baru malah mati, Jumat(13/7/2018).

Menteri Turisme dan Alam Liar Kenya Najib Balala memerintahkan Kenya Wildlife Service (KWS) segera menunda proses relokasi badak hitam menyusul insiden ini.

Sejauh ini KWS, badan pemerintah Kenya yang bertanggung jawab atas masalah kehidupan liar di negeri itu, belum memberikan komentar.

Relokasi hewan-hewan terancam punah bisanya dilakukan dengan cara membius mereka lalu menyadarkan mereka di lokasi baru.

Prosedur ini memang amat berisiko tetapi kematian dalam jumlah besar dalam satu kali proses belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca: Keindahan Di Balik Tebing, Pantai Wohkudu Jadi Lokasi Favorit untuk Berkemah

Antara 2005 hingga 2007 sebanyak 149 ekor badak telah dipindahkan dengan cara yang sama.

Dengan kematian delapan badak hitam ini maka angka kematian badak hitam dalam proses pemindahan menjadi 16 ekor.

Badak-badak hitam ini dipindahkan dari Nairobi dan Taman Nasional Danau Nakuru ke Tsavo Timur bulan lalu dalam sebuah operasi bernama sandi Balala.

Kementerian Turisme mengatakan, berdasarkan investigasi awal kematian delapan badak itu kemungkinan disebabkan "keracunan garam" setelah minum air yang berbeda di tempat baru mereka.

Halaman
12
Editor: has
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved